Mata Pelajaran yang Linier dengan IPS: Apa, Mengapa, dan Bagaimana?

Mata Pelajaran yang Linier dengan IPS


Pelajarnews.com - Mata pelajaran yang linier dengan IPS adalah mata pelajaran yang memiliki keterkaitan atau kesesuaian dengan bidang ilmu pengetahuan sosial (IPS). 

Linearitas mata pelajaran ini penting untuk dipahami oleh para guru, siswa, dan orang tua, karena berkaitan dengan penataan kurikulum, pemenuhan beban kerja, dan peningkatan kualitas pembelajaran.

Baca jugaApa Saja Mata Pelajaran SMA Jurusan IPS? 

Artikel ini akan menjelaskan apa itu mata pelajaran yang linier dengan IPS, mengapa linearitas ini penting, dan bagaimana cara menentukan linearitas mata pelajaran yang linier dengan IPS.

{getToc} $title={Table of Contents}

Apa itu Mata Pelajaran yang Linier dengan IPS?

Mata pelajaran yang linier dengan IPS adalah mata pelajaran yang memiliki kesamaan atau keterkaitan dengan bidang ilmu pengetahuan sosial, baik dari segi materi, kompetensi, maupun metode pembelajaran. 

Bidang ilmu pengetahuan sosial meliputi ilmu-ilmu yang mempelajari fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, hukum, sejarah, geografi, dan lain-lain. 

Beberapa contoh mata pelajaran yang linier dengan IPS adalah:

  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
  • Sejarah
  • Geografi
  • Ekonomi
  • Sosiologi
  • Antropologi
  • Ilmu Pemerintahan
  • Ilmu Hukum
  • Ilmu Komunikasi
  • Ilmu Administrasi
  • Ilmu Politik
  • Ilmu Hubungan Internasional
  • Ilmu Kesejahteraan Sosial
  • Ilmu Perpustakaan
  • Ilmu Informasi dan Perpustakaan
  • Ilmu Manajemen
  • Ilmu Akuntansi
  • Ilmu Perbankan
  • Ilmu Keuangan
  • Ilmu Statistika
  • Ilmu Matematika
  • Ilmu Komputer

Mata pelajaran yang linier dengan IPS tidak harus sama persis dengan bidang ilmu pengetahuan sosial, tetapi harus memiliki keterkaitan atau kesesuaian dengan bidang tersebut. 

Misalnya, ilmu matematika dan ilmu komputer dapat dianggap linier dengan IPS karena dapat digunakan untuk menganalisis data, membuat model, atau mengembangkan sistem informasi yang berkaitan dengan fenomena sosial. 

Namun, ilmu fisika atau ilmu biologi tidak dapat dianggap linier dengan IPS karena tidak memiliki keterkaitan atau kesesuaian dengan bidang tersebut.

Baca jugaMata Pelajaran SMA Jurusan IPA: Apa Saja dan Bagaimana Cara Belajarnya?

Mengapa Linearitas Mata Pelajaran dengan IPS Penting?

Linearitas mata pelajaran dengan IPS penting untuk dipahami karena memiliki beberapa implikasi, antara lain:

Penataan kurikulum. 

Linearitas mata pelajaran dengan IPS dapat mempengaruhi penataan kurikulum di sekolah, khususnya dalam hal pemilihan mata pelajaran, alokasi waktu, dan pengelompokan siswa. 

Misalnya, dalam kurikulum merdeka belajar yang diterapkan sejak tahun 2022, siswa dapat memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakat mereka, asalkan mata pelajaran tersebut linier dengan bidang studi yang mereka pilih. 

Jika siswa memilih bidang studi IPS, maka mereka harus memilih mata pelajaran yang linier dengan IPS. Selain itu, alokasi waktu dan pengelompokan siswa juga harus disesuaikan dengan linearitas mata pelajaran dengan IPS. 

Misalnya, mata pelajaran yang linier dengan IPS dapat diberikan lebih banyak waktu atau dikelompokkan bersama dengan mata pelajaran yang sejenis.

Pemenuhan beban kerja. 

Linearitas mata pelajaran dengan IPS juga dapat mempengaruhi pemenuhan beban kerja guru, khususnya dalam hal kewenangan mengajar, penugasan tambahan, dan tunjangan profesi. 

Misalnya, dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan atas peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 46 tahun 2016 tentang penataan linieritas guru bersertifikat pendidik, dijelaskan bahwa guru yang memiliki sertifikat pendidik harus mengajar mata pelajaran yang linier dengan bidang studi sertifikasinya. 

Jika guru tidak dapat memenuhi beban kerja minimal 24 jam tatap muka per minggu dengan mengajar mata pelajaran yang linier dengan bidang studi sertifikasinya, maka guru dapat diberikan tugas tambahan yang terkait dengan pendidikan di sekolah, seperti menjadi koordinator proyek, pembina ekstrakurikuler, atau anggota komite sekolah. 

Selain itu, linearitas mata pelajaran dengan IPS juga dapat mempengaruhi pemberian tunjangan profesi guru, yang merupakan salah satu insentif bagi guru yang telah bersertifikat pendidik. 

Jika guru tidak mengajar mata pelajaran yang linier dengan bidang studi sertifikasinya, maka guru tidak berhak mendapatkan tunjangan profesi guru.

Peningkatan kualitas pembelajaran.

Linearitas mata pelajaran dengan IPS juga dapat mempengaruhi peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya dalam hal penguasaan materi, pengembangan kompetensi, dan penerapan metode pembelajaran. 

Misalnya, jika guru mengajar mata pelajaran yang linier dengan bidang studi sertifikasinya, maka guru dapat lebih mudah memahami dan menyampaikan materi yang sesuai dengan kurikulum, standar kompetensi, dan indikator pencapaian kompetensi. 

Selain itu, guru juga dapat lebih mudah mengembangkan kompetensi siswa yang berkaitan dengan bidang ilmu pengetahuan sosial, seperti berpikir kritis, berkomunikasi efektif, bekerja sama, dan beretika. 

Selanjutnya, guru juga dapat lebih mudah menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang linier dengan IPS, seperti diskusi, simulasi, proyek, atau penelitian.


Bagaimana Cara Menentukan Linearitas Mata Pelajaran dengan IPS?

Cara menentukan linearitas mata pelajaran dengan IPS dapat dilakukan dengan beberapa langkah, antara lain:

Mengacu pada peraturan yang berlaku. 

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengacu pada peraturan yang berlaku mengenai linearitas mata pelajaran dengan IPS, seperti peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 16 tahun 2019 yang telah disebutkan sebelumnya. 

Dalam peraturan tersebut, terdapat daftar kode mata pelajaran yang linier dengan bidang studi sertifikasi, yang dapat dijadikan sebagai acuan bagi guru yang telah bersertifikat pendidik. 

Selain itu, terdapat juga daftar mata pelajaran yang linier dengan bidang ilmu pengetahuan sosial, yang dapat dijadikan sebagai acuan bagi siswa yang memilih bidang studi IPS dalam kurikulum merdeka belajar.

Membandingkan materi, kompetensi, dan metode pembelajaran. 

Langkah kedua yang dapat dilakukan adalah membandingkan materi, kompetensi, dan metode pembelajaran antara mata pelajaran yang akan ditentukan linearitasnya dengan bidang ilmu pengetahuan sosial. 

Dalam hal ini, dapat dilihat apakah materi, kompetensi, dan metode pembelajaran antara mata pelajaran tersebut memiliki kesamaan atau keterkaitan dengan bidang ilmu pengetahuan sosial. 

Misalnya, jika mata pelajaran tersebut memiliki materi yang berkaitan dengan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, hukum, sejarah, geografi, atau lain-lain, maka mata pelajaran tersebut dapat dianggap linier dengan IPS. 

Demikian pula, jika mata pelajaran tersebut memiliki kompetensi yang berkaitan dengan berpikir kritis, berkomunikasi efektif, bekerja sama, atau beretika, maka mata pelajaran tersebut dapat dianggap linier dengan IPS. 


Mengkonsultasikan dengan pihak terkait. 

Langkah ketiga yang dapat dilakukan adalah mengkonsultasikan dengan pihak terkait mengenai linearitas mata pelajaran dengan IPS, seperti kepala sekolah, pengawas, atau dinas pendidikan. 

Dalam hal ini, dapat diperoleh masukan, saran, atau rekomendasi yang sesuai dengan kebijakan, kondisi, dan kebutuhan sekolah. 

Misalnya, jika terdapat mata pelajaran yang tidak tercantum dalam daftar linearitas yang berlaku, tetapi dianggap relevan dengan bidang ilmu pengetahuan sosial, maka dapat dimintakan pertimbangan atau dispensasi kepada pihak terkait.

Demikian pula, jika terdapat mata pelajaran yang tercantum dalam daftar linearitas yang berlaku, tetapi dianggap tidak relevan dengan bidang ilmu pengetahuan sosial, maka dapat dimintakan penjelasan atau klarifikasi kepada pihak terkait.


Mengevaluasi dan merevisi secara berkala. 

Langkah keempat yang dapat dilakukan adalah mengevaluasi dan merevisi secara berkala linearitas mata pelajaran dengan IPS, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. 

Dalam hal ini, dapat dilakukan penelitian, survei, atau diskusi untuk mengukur efektivitas, relevansi, dan keterbaruan linearitas mata pelajaran dengan IPS. 

Misalnya, jika terdapat mata pelajaran yang linier dengan IPS, tetapi tidak diminati oleh siswa, tidak sesuai dengan kurikulum, atau tidak mengikuti perkembangan zaman, maka dapat dilakukan penyesuaian atau penggantian mata pelajaran tersebut. 

Sebaliknya, jika terdapat mata pelajaran yang tidak linier dengan IPS, tetapi diminati oleh siswa, sesuai dengan kurikulum, atau mengikuti perkembangan zaman, maka dapat dilakukan penambahan atau pengakuan mata pelajaran tersebut.


Kesimpulan

Mata pelajaran yang linier dengan IPS adalah mata pelajaran yang memiliki keterkaitan atau kesesuaian dengan bidang ilmu pengetahuan sosial. 

Linearitas mata pelajaran ini penting untuk dipahami karena berkaitan dengan penataan kurikulum, pemenuhan beban kerja, dan peningkatan kualitas pembelajaran. 

Cara menentukan linearitas mata pelajaran dengan IPS dapat dilakukan dengan mengacu pada peraturan yang berlaku, membandingkan materi, kompetensi, dan metode pembelajaran, mengkonsultasikan dengan pihak terkait, dan mengevaluasi dan merevisi secara berkala. 

Dengan demikian, diharapkan linearitas mata pelajaran dengan IPS dapat memberikan manfaat bagi guru, siswa, dan orang tua dalam proses pembelajaran.

Pelajar News

Selamat datang di Pelajar News, tempatnya informasi pendidikan pelajar yang menarik dan berinovasi! Kami hadir untuk menjembatani perjalanan belajar Anda dengan konten yang memikat dan bermanfaat.

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال