Latihan Membuat Soal Asesmen Literasi Tingkat SD

Latihan Membuat Soal Asesmen Literasi Tingkat SD


Pelajarnews.com - Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. 

Literasi sangat penting untuk membentuk karakter, kreativitas, dan keterampilan anak dalam menghadapi tantangan zaman. Oleh karena itu, literasi harus diajarkan sejak dini, terutama pada tingkat pendidikan dasar.

{getToc} $title={Table of Contents}

Asesmen Literasi Membaca: Apa dan Mengapa?

Asesmen literasi membaca adalah evaluasi yang dilakukan untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami teks bacaan yang disajikan. 

Asesmen ini biasanya dilakukan dengan memberikan soal-soal yang berkaitan dengan isi, struktur, dan makna teks bacaan. Asesmen literasi membaca bertujuan untuk:

  • Mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap standar literasi membaca yang telah ditetapkan.
  • Memberikan umpan balik kepada siswa, guru, orang tua, dan pihak terkait tentang kekuatan dan kelemahan siswa dalam literasi membaca.
  • Mendorong siswa untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan literasi membaca mereka.
  • Meningkatkan kualitas pembelajaran literasi membaca di sekolah.

Asesmen Nasional: Evaluasi Literasi Membaca Tingkat Nasional

Asesmen Nasional (AN) adalah evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk pemetaan mutu sistem pendidikan pada satuan tingkatan pendidikan dasar dan menengah. 

Salah satu komponen AN adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yang meliputi asesmen literasi dan numerasi. 

Asesmen literasi dan numerasi dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan informasi dalam bentuk teks dan angka.

Asesmen literasi dan numerasi tingkat SD dilakukan untuk kelas 4 dan kelas 6. Asesmen ini menggunakan teks bacaan yang sesuai dengan kurikulum dan konteks budaya Indonesia. 

Baca juga: 8 Contoh Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar

Asesmen ini juga menggunakan jenis-jenis soal yang bervariasi, seperti pilihan ganda, isian singkat, dan uraian. 

Asesmen ini tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara perorangan, melainkan mengevaluasi dan memetakan mutu pendidikan secara keseluruhan.

Latihan Membuat Soal Asesmen Literasi Membaca: Bagaimana Caranya?

Untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi asesmen literasi membaca, guru perlu memberikan latihan membuat soal asesmen literasi membaca yang tepat dan efektif. 

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan guru dalam latihan membuat soal asesmen literasi membaca tingkat SD:

1. Memahami Standar Literasi Membaca

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami standar literasi membaca yang menjadi acuan dalam pembelajaran. Standar literasi membaca terdiri dari empat aspek, yaitu:

  • Aspek pemahaman, yaitu kemampuan siswa dalam menangkap informasi eksplisit dan implisit dari teks bacaan.
  • Aspek interpretasi, yaitu kemampuan siswa dalam menghubungkan informasi dari teks bacaan dengan pengetahuan sebelumnya dan konteks situasi.
  • Aspek refleksi, yaitu kemampuan siswa dalam mengevaluasi kredibilitas, relevansi, dan kebermanfaatan informasi dari teks bacaan.
  • Aspek penggunaan, yaitu kemampuan siswa dalam menggunakan informasi dari teks bacaan untuk tujuan tertentu, seperti berkomunikasi, berargumen, atau menyelesaikan masalah.

Guru harus memastikan bahwa soal-soal yang dibuat mencakup keempat aspek tersebut, sesuai dengan tingkat kesulitan dan kematangan siswa.

2. Mengenal Jenis-jenis Soal

Selanjutnya, guru perlu mengenal jenis-jenis soal yang bisa digunakan dalam asesmen literasi membaca. Jenis-jenis soal yang umum digunakan adalah:

  • Soal pilihan ganda, yaitu soal yang memberikan empat atau lima pilihan jawaban, dan siswa harus memilih satu jawaban yang paling benar atau tepat.
  • Soal isian singkat, yaitu soal yang meminta siswa untuk mengisi kata, frase, atau kalimat yang hilang atau kurang dari teks bacaan atau pertanyaan.
  • Soal uraian, yaitu soal yang meminta siswa untuk menjelaskan, menguraikan, atau mengomentari teks bacaan atau pertanyaan dengan menggunakan kalimat lengkap dan baku.

Guru harus memilih jenis soal yang sesuai dengan tujuan, materi, dan tingkat kesulitan asesmen. Guru juga harus memperhatikan kriteria soal yang baik, seperti valid, reliabel, objektif, praktis, dan variatif.

3. Mengaitkan Soal dengan Teks Bacaan

Langkah ketiga adalah mengaitkan soal dengan teks bacaan yang dipilih. Teks bacaan yang digunakan dalam asesmen literasi membaca harus memenuhi beberapa syarat, antara lain:

  • Sesuai dengan kurikulum dan kompetensi dasar yang ingin diukur.
  • Sesuai dengan tingkat kemampuan dan minat siswa.
  • Sesuai dengan konteks budaya dan lingkungan siswa.
  • Memiliki isi, struktur, dan bahasa yang jelas dan bermakna.
  • Memiliki panjang dan kompleksitas yang tidak terlalu pendek atau terlalu panjang.

Guru harus memastikan bahwa soal-soal yang dibuat berdasarkan teks bacaan memiliki keterkaitan yang kuat dan logis. Soal-soal harus mengacu pada informasi yang ada dalam teks bacaan, bukan informasi yang bersifat umum atau asumsi. 

Soal-soal juga harus menggali kemampuan siswa dalam memahami, menginterpretasi, merefleksikan, dan menggunakan informasi dari teks bacaan.

4. Menciptakan Beragam Level Kesulitan Soal

Langkah keempat adalah menciptakan beragam level kesulitan soal. Level kesulitan soal ditentukan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Jenis teks bacaan, yaitu apakah teks bacaan bersifat naratif, deskriptif, ekspositori, argumentatif, atau persuasif.
  • Jenis pertanyaan, yaitu apakah pertanyaan bersifat faktual, inferensial, evaluatif, atau kreatif.
  • Jenis jawaban, yaitu apakah jawaban bersifat tunggal, jamak, terbuka, atau tertutup.
  • Jenis kognitif, yaitu apakah soal mengukur kemampuan siswa dalam ranah kognitif yang berbeda, seperti pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, atau evaluasi.

Guru harus membuat soal-soal yang memiliki level kesulitan yang bervariasi, sesuai dengan tujuan dan sasaran asesmen. Guru juga harus mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan siswa dalam menentukan level kesulitan soal.

5. Menganalisis Kualitas Soal

Langkah kelima adalah menganalisis kualitas soal. Kualitas soal dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti:

  • Validitas, yaitu sejauh mana soal mampu mengukur kompetensi yang diinginkan.
  • Reliabilitas, yaitu sejauh mana soal mampu memberikan hasil yang konsisten dan dapat dipercaya.
  • Objektivitas, yaitu sejauh mana soal mampu memberikan hasil yang tidak dipengaruhi oleh faktor subjektif, seperti penilaian, interpretasi, atau preferensi.
  • Praktisitas, yaitu sejauh mana soal mampu disusun, disajikan, dan dinilai dengan mudah dan efisien.
  • Variatif, yaitu sejauh mana soal mampu menampilkan berbagai bentuk, jenis, dan level kesulitan soal.

Guru harus melakukan analisis kualitas soal dengan menggunakan teknik-teknik yang sesuai, seperti analisis butir soal, analisis distraktor, analisis kesulitan soal, analisis daya beda soal, dan analisis validitas soal. 

Guru juga harus melakukan revisi dan perbaikan soal jika ditemukan adanya kekurangan atau kesalahan.

Baca juga: Contoh Formulir Pendaftaran Masuk Sekolah Dasar Terbaru 2024

Contoh Soal Asesmen Literasi Membaca Tingkat SD

Berikut adalah contoh soal asesmen literasi membaca tingkat SD yang dibuat berdasarkan teks bacaan berikut:

Teks Bacaan

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang raja yang sangat bijaksana. Raja itu bernama Raja Harun. Ia memerintah kerajaannya dengan adil dan aman. Rakyatnya pun hidup makmur dan bahagia. Raja Harun sangat dicintai oleh rakyatnya.

Suatu hari, Raja Harun ingin menguji kejujuran dan kecerdasan rakyatnya. Ia memerintahkan untuk membuat sebuah papan bertuliskan “Siapa yang bisa membaca tulisan ini akan mendapatkan hadiah dari raja”. Papan itu kemudian dipasang di depan istana. Raja Harun juga menyuruh penjaganya untuk mengawasi papan itu.

Tidak lama kemudian, banyak orang yang datang untuk melihat papan itu. Mereka penasaran dengan tulisan yang ada di papan itu. Namun, ternyata tulisan itu ditulis dengan bahasa yang sangat sulit. Hanya sedikit orang yang bisa membaca bahasa itu. Kebanyakan orang hanya bisa menebak-nebak arti tulisan itu.

Salah seorang yang bisa membaca tulisan itu adalah seorang pedagang kain. Ia membaca tulisan itu dengan lancar. Ia pun segera masuk ke istana untuk menemui raja. Ia berharap akan mendapatkan hadiah yang besar dari raja.

Namun, ketika ia sampai di depan raja, ia terkejut. Raja Harun tidak memberinya hadiah, melainkan menanyainya dengan tegas, “Bagaimana kamu bisa membaca tulisan itu? Apakah kamu pernah belajar bahasa itu?”

Pedagang kain itu tidak bisa menjawab. Ia merasa ketakutan. Ia tahu bahwa ia telah berbohong. Sebenarnya, ia tidak bisa membaca tulisan itu. Ia hanya meniru ucapan orang lain yang bisa membaca tulisan itu. Ia berpikir bahwa dengan begitu ia bisa mendapatkan hadiah dari raja.

Raja Harun mengetahui kebohongan pedagang kain itu. Ia marah dan menyuruh penjaganya untuk mengusir pedagang kain itu dari istana. Ia juga memberi peringatan kepada pedagang kain itu agar tidak pernah berbohong lagi. Pedagang kain itu merasa malu dan menyesal. Ia berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi.

Contoh Soal

  1. Apa tujuan Raja Harun membuat papan bertuliskan “Siapa yang bisa membaca tulisan ini akan mendapatkan hadiah dari raja”?
    • A. Untuk menghibur rakyatnya
    • B. Untuk menguji kejujuran dan kecerdasan rakyatnya
    • C. Untuk memberikan hadiah kepada rakyatnya
    • D. Untuk menunjukkan kebijaksanaannya
    • Jawaban: B
  2. Mengapa kebanyakan orang tidak bisa membaca tulisan yang ada di papan itu?
    • A. Karena tulisan itu ditulis dengan bahasa yang sangat sulit
    • B. Karena tulisan itu ditulis dengan huruf yang sangat kecil
    • C. Karena tulisan itu ditulis dengan tinta yang sangat pudar
    • D. Karena tulisan itu ditulis dengan cara yang sangat rahasia
    • Jawaban: A
  3. Bagaimana reaksi pedagang kain ketika ia sampai di depan raja?
    • A. Ia merasa senang dan bangga
    • B. Ia merasa terkejut dan ketakutan
    • C. Ia merasa sedih dan kecewa
    • D. Ia merasa marah dan kesal
    • Jawaban: B
  4. Apa yang dilakukan pedagang kain untuk bisa membaca tulisan yang ada di papan itu?
    • A. Ia belajar bahasa itu dari seorang guru
    • B. Ia menggunakan kamus untuk menerjemahkan bahasa itu
    • C. Ia meniru ucapan orang lain yang bisa membaca bahasa itu
    • D. Ia meminta bantuan orang lain untuk membacakan bahasa itu
    • Jawaban: C
  5. Apa pesan moral yang dapat dipetik dari cerita ini?
    • A. Jujur adalah kunci kesuksesan
    • B. Kejujuran itu mahal harganya
    • C. Kejujuran itu sebaik-baiknya sikap
    • D. Jujur itu lebih baik daripada bohong
    • Jawaban: D

Demikianlah contoh soal asesmen literasi membaca tingkat SD yang bisa digunakan sebagai latihan. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca anak. Terima kasih! 

Pelajar News

Selamat datang di Pelajar News, tempatnya informasi pendidikan pelajar yang menarik dan berinovasi! Kami hadir untuk menjembatani perjalanan belajar Anda dengan konten yang memikat dan bermanfaat.

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال