InfoTips

Cewek PMS Mudah Marah? Ini 9 Sikap Cowok yang Bikin Dia Lebih Tenang

5
×

Cewek PMS Mudah Marah? Ini 9 Sikap Cowok yang Bikin Dia Lebih Tenang

Share this article
Cewek PMS Mudah Marah? Ini 9 Sikap Cowok yang Bikin Dia Lebih Tenang
Foto generated by geminini ai

Pelajarnews.com – PMS (Premenstrual Syndrome) adalah rangkaian gejala fisik dan emosional yang bisa muncul beberapa hari sebelum menstruasi. Perubahan hormon dapat memengaruhi energi, kualitas tidur, rasa nyeri (seperti kram perut atau pegal), hingga sensitivitas emosi. Dampaknya, pasanganmu mungkin lebih mudah tersinggung, cepat marah, atau merasa kewalahan oleh hal-hal kecil yang biasanya tidak mengganggu.

Di fase ini, “jadi gentleman” bukan soal menuruti semua keinginannya tanpa batas, melainkan menunjukkan kedewasaan: mampu merespons emosi dengan tenang, memberikan ruang ketika dibutuhkan, dan membantu menciptakan rasa aman. Cara kamu bersikap bisa menentukan apakah suasana akan mereda atau justru makin memanas.

9 Cara Gentlemen Menghadapi Cewek PMS dengan Dewasa dan Penuh Perhatian

1. Jangan Kehilangan Kesabaran saat Emosinya Naik

Ketika ia mengomentari banyak hal, terlihat mudah kesal, atau bereaksi lebih tajam dari biasanya, jaga nada bicara dan ekspresi wajahmu. PMS sering membuat emosi terasa “lebih besar” daripada pemicunya. Jika kamu ikut terpancing, konflik jadi berlapis: bukan hanya soal masalah awal, tapi juga soal cara kalian bertengkar.
Fokus pada satu hal: menenangkan situasi, bukan memenangkan argumen. Kesabaranmu adalah rem paling efektif saat emosinya sedang “ngebut”.

2. Jangan Tersinggung oleh Reaksinya yang Meledak-ledak

Saat PMS, ia bisa kesal karena hal yang terdengar sepele—keterlambatanmu, baju yang menurutnya “nggak banget”, atau keputusan kecil yang biasanya ia biarkan. Alih-alih langsung memasukkan semuanya ke hati, tarik napas dan pisahkan “emosi sesaat” dari “penilaian terhadap dirimu”.
Respons terbaik adalah tetap sopan, tidak defensif, dan tidak membalas dengan sindiran. Sikap tidak tersinggung menunjukkan kontrol diri—dan itu sangat menenangkan.

3. Maklumi Hal Negatifnya, Selama Masih dalam Batas Wajar

Tidak semua perilaku harus dibenarkan, tetapi banyak reaksi saat PMS terjadi karena tubuhnya sedang tidak nyaman. Kram, pusing, atau badan terasa “berat” dapat membuat toleransi terhadap stres menurun drastis.
Kuncinya: maklum tanpa membiarkan hal yang menyakitkan. Jika ucapannya sudah berlebihan, tahan untuk tidak membalas saat itu juga—catat, lalu bahas nanti ketika ia sudah lebih stabil.

Baca Juga:  8 Rekomendasi Bisnis Online untuk Pelajar Minim Modal

4. Temani Tanpa Komplain dan Tanpa Menggurui

Saat ia ingin ditemani, kehadiranmu bisa jadi bentuk dukungan yang paling sederhana namun paling berarti. Temani dengan kualitas, bukan sekadar ada secara fisik. Kurangi komentar yang bernada koreksi, apalagi yang terkesan mengatur (“Harusnya kamu…”, “Kan aku udah bilang…”).
Jika ada hal yang perlu dibicarakan, tunggu momen yang tepat. Timing adalah “bahasa cinta” yang sering terlupakan.

5. Ajak ke Tempat yang Ia Suka (Jika Kondisinya Memungkinkan)

Kalau ia tidak sedang kesakitan, mengalihkan fokus ke aktivitas yang ia sukai bisa membantu memperbaiki mood. Bisa sesederhana mampir ke tempat makan favorit, jalan singkat ke minimarket, atau ngopi di tempat yang ia nyaman.
Namun kalau ia sedang kram parah atau lemas, jangan memaksakan agenda. Dalam kondisi seperti itu, “di rumah dengan tenang” sering jauh lebih menolong daripada hiburan di luar.

6. Beri Ruang Jika Ia Sedang Ingin Sendiri

Ada kalanya bukan perhatian yang ia butuhkan, melainkan ruang bernapas. Jika kamu melihat ia semakin sensitif saat kamu terus mencoba mendekat, jangan memaksa. Tawarkan pilihan dengan lembut:
“Kamu mau sendiri dulu atau aku temenin tapi kita santai aja?”
Dengan begitu, ia merasa tetap didukung tanpa merasa dikontrol. Memberi ruang bukan berarti cuek—itu tanda kamu peka.

7. Ajak Nonton Film untuk Meredakan Tegangan

Menonton film bisa jadi cara efektif untuk mengalihkan pikiran dan menurunkan intensitas emosi. Pilih genre yang sesuai dengan seleranya: komedi ringan, romcom, atau film yang menenangkan.
Kunci utamanya bukan filmnya, tapi suasananya: lampu redup, posisi nyaman, camilan, dan kamu tidak memancing topik sensitif. Ini cara sederhana untuk “reset” mood tanpa banyak kata-kata.

Baca Juga:  Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal Online dengan Tepat

8. Hindari Kalimat “Aku Mengerti Kok” yang Terlalu Mengklaim

Mengatakan “Aku mengerti” bisa terdengar baik, tetapi dalam konteks PMS, kalimat itu dapat terasa seperti meremehkan—karena kamu tidak mengalami perubahan fisik dan hormonal yang sama.
Ganti dengan kalimat yang lebih empatik dan tidak mengklaim:

  • “Aku mungkin nggak sepenuhnya paham rasanya, tapi aku ada di sini.”
  • “Mau cerita atau mau ditemenin diam?”
    Kalimat seperti ini membuatnya merasa didengar tanpa merasa “diceramahi”.

9. Kenali Pemicu Bad Mood Terbesarnya dan Bantu Redakan

Setiap orang punya pemicu: lapar, kurang tidur, jadwal padat, rasa nyeri, atau hal kecil seperti barang yang tertinggal. Semakin kamu mengenali polanya, semakin mudah kamu membantu tanpa memperbesar masalah.
Bentuk bantuan bisa sangat praktis: mengingatkan makan, menawarkan minuman hangat, membelikan kebutuhan yang habis, atau menunda pembicaraan berat. Ketika pemicu terkelola, emosinya biasanya jauh lebih stabil.

Penutup: Gentlemen Itu Tenang, Bukan Reaktif

Menghadapi pasangan yang sedang PMS bukan soal mencari “cara menaklukkan”, melainkan menjaga hubungan tetap aman ketika salah satu pihak sedang rentan. Sabar, tidak defensif, peka terhadap kebutuhan ruang, dan cerdas memilih waktu bicara adalah kombinasi yang paling efektif.

Kalau kamu bisa tetap tenang saat situasi emosional, kamu bukan cuma membantu dia melewati masa sulit—kamu juga membangun kualitas hubungan yang lebih matang.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Cara Mengapi Pasangan saat PMS

1. Apa yang sebaiknya dilakukan saat pasangan sedang PMS?

Utamakan kesab, dengarkan tanpa menghakimi dan tawarkan bantuan praktis seperti makanan, minuman hangat, atau temani dengan tenang.

2. Bolehkah bercanda cewek PMS?

Boleh, selama bukan bercandaan sarkastik, mengejek, atau menyentuh hal sensitif. Pilih humor yang ringan dan membuatnya merasa aman.

Baca Juga:  Panduan Lengkap Daftar Sekolah Kedinasan 2024 Secara Online

3. Bagaimana cara membantu pasangan merasa lebih nyaman saat PMS?

Tanyakan kebutuhannya, bantu kurangi pemicu stres, dan berikan dukungan yang ia pilih—kadang pelukan, kadang ruang.

4. Haruskah menghindari diskusi berat saat PMS?

Sebaiknya iya. Tunda keputusan penting dan topik sensitif sampai suasana lebih stabil agar pembicaraan lebih produktif dan minim konflik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *