<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita - Pelajar News</title>
	<atom:link href="https://www.pelajarnews.com/category/berita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pelajarnews.com/category/berita</link>
	<description>Berita Pelajar Terkini</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Feb 2026 00:53:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://www.pelajarnews.com/wp-content/uploads/2024/12/cropped-icon-pelajarnews-2024-32x32.png</url>
	<title>Berita - Pelajar News</title>
	<link>https://www.pelajarnews.com/category/berita</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Indonesia &#038; Australia Resmi Kerja Sama: Dari Pangan hingga Beasiswa Baru!</title>
		<link>https://www.pelajarnews.com/2026/02/indonesia-australia-resmi-kerja-sama-dari-pangan-hingga-beasiswa-baru.html</link>
					<comments>https://www.pelajarnews.com/2026/02/indonesia-australia-resmi-kerja-sama-dari-pangan-hingga-beasiswa-baru.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[pelajarnewscom]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 00:53:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pelajarnews.com/?p=2798</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelajarnews.com &#8211; Presiden Prabowo dan PM Australia Anthony...</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2026/02/indonesia-australia-resmi-kerja-sama-dari-pangan-hingga-beasiswa-baru.html">Indonesia &#038; Australia Resmi Kerja Sama: Dari Pangan hingga Beasiswa Baru!</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="3"><strong>Pelajarnews.com</strong> &#8211; Presiden Prabowo dan PM Australia Anthony Albanese sepakati kerja sama sektor pertanian, investasi mineral, hingga pendidikan lewat Australia Awards Garuda Scholarship.</p>
<h2 data-path-to-node="5"><b data-path-to-node="5" data-index-in-node="0">Kabar Gembira dari Istana untuk Dunia Pendidikan dan Ekonomi</b></h2>
<p data-path-to-node="6">Halo, Sobat Pelajar dan Mahasiswa! Ada kabar penting nih dari dunia diplomasi Indonesia yang wajib banget kalian tahu. Bukan cuma soal politik tingkat tinggi, pertemuan antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese, ternyata membawa angin segar buat sektor yang dekat banget sama masa depan kita, yaitu pendidikan dan lapangan kerja.</p>
<p data-path-to-node="7">Pada pertemuan yang berlangsung hangat di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026) lalu, kedua pemimpin negara ini sepakat untuk mempererat hubungan bilateral. Nggak tanggung-tanggung, kesepakatan yang dibahas mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari pertanian, investasi mineral, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM). Yuk, kita bedah satu per satu apa saja poin pentingnya!</p>
<h2 data-path-to-node="8">Peluang Emas di Sektor Pendidikan dan Beasiswa</h2>
<p data-path-to-node="9">Buat kalian yang sedang mengejar mimpi kuliah atau para calon tenaga pengajar, ini adalah bagian yang paling menarik. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo secara khusus mengajak Australia untuk mendukung penguatan sistem pendidikan di Tanah Air.</p>
<p data-path-to-node="10">Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas para guru dan dosen. Pemerintah kita berkomitmen untuk menghadirkan program pelatihan dan <i data-path-to-node="10" data-index-in-node="133">capacity building</i> bagi para tenaga pengajar. Nantinya, para pengajar yang telah dilatih ini akan ditempatkan di sekolah-sekolah dan universitas baru yang sedang dibangun oleh pemerintah.</p>
<p data-path-to-node="11">Yang bikin makin semangat, Presiden Prabowo memberikan apresiasi tinggi atas dukungan Australia melalui program <b data-path-to-node="11" data-index-in-node="112">Australia Awards Garuda Scholarship</b>. Ini bisa jadi sinyal positif buat kalian para pemburu beasiswa untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi. Kerja sama ini menunjukkan bahwa akses pendidikan berkualitas dan peluang studi lanjut kemungkinan akan semakin terbuka lebar.</p>
<p data-path-to-node="12">Selain itu, ada poin menarik soal tenaga kerja. Presiden Prabowo menyebutkan bahwa Indonesia memiliki SDM yang kompeten untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Australia. Jadi, buat kalian mahasiswa vokasi atau profesional muda, peluang berkarier di Negeri Kanguru tampaknya bakal makin cerah, nih!</p>
<h2 data-path-to-node="13">Kolaborasi &#8220;Kenyang&#8221; di Sektor Pertanian</h2>
<p data-path-to-node="14">Beralih ke urusan perut dan ketahanan pangan, kedua negara sepakat untuk nggak main-main. Indonesia dan Australia memutuskan untuk menggabungkan kekuatan modal mereka demi memperkuat ketahanan pangan masing-masing negara.</p>
<p data-path-to-node="15">Presiden Prabowo mengundang pihak Australia untuk mengembangkan <i data-path-to-node="15" data-index-in-node="64">joint venture</i> (usaha patungan) di sektor pertanian. Tujuannya jelas, yaitu untuk saling dukung dan memastikan stok pangan di kedua negara tetap aman. Langkah ini dinilai strategis mengingat isu krisis pangan global yang sering jadi hantu belakangan ini. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan teknologi pertanian dari Australia bisa dikombinasikan dengan potensi lahan dan sumber daya di Indonesia.</p>
<h2 data-path-to-node="16">Hilirisasi Mineral: Nikel hingga Emas</h2>
<p data-path-to-node="17">Di sektor ekonomi dan investasi, pembahasannya agak &#8220;berat&#8221; dikit tapi penting banget buat masa depan industri kita. Presiden Prabowo mengajak Australia untuk berinvestasi di sektor hilirisasi mineral kritis Indonesia.</p>
<p data-path-to-node="18">Apa saja yang dibahas? Mulai dari pengolahan nikel, tembaga, bauksit, hingga emas. Ini sejalan dengan visi Indonesia yang nggak mau lagi cuma jual tanah air (bahan mentah), tapi ingin mengolahnya jadi barang jadi yang bernilai tinggi.</p>
<p data-path-to-node="19">Menariknya, tawaran ini bersifat dua arah (resiprokal). Presiden Prabowo juga mendorong perusahaan-perusahaan Indonesia untuk berani berinvestasi di sektor pertambangan mineral kritis di Australia. Jadi, bukan cuma uang masuk, tapi pengusaha kita juga didorong untuk ekspansi ke luar negeri.</p>
<h2 data-path-to-node="20">Momen Penandatanganan Traktat Keamanan</h2>
<p data-path-to-node="21">Perlu diketahui, kesepakatan-kesepakatan ekonomi dan pendidikan ini dilakukan di sela-sela agenda utama kunjungan PM Albanese, yaitu penandatanganan Traktat Keamanan Bersama Indonesia-Australia. Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh kedua pemimpin negara dan menjadi simbol makin eratnya persahabatan tetangga dekat ini.</p>
<p data-path-to-node="22">Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa diskusi dengan PM Albanese mencakup berbagai agenda prioritas yang menguntungkan kedua belah pihak. &#8220;Hadirin yang saya hormati, dalam pertemuan hari ini saya dan Perdana Menteri Albanese juga membahas berbagai agenda prioritas bersama,&#8221; ujar Prabowo di hadapan awak media.</p>
<p data-path-to-node="23">Kesimpulannya, pertemuan ini bukan cuma sekadar seremoni tanda tangan, tapi membawa dampak nyata buat berbagai sektor. Dari petani yang butuh teknologi, pengusaha tambang, hingga kita para pelajar yang butuh beasiswa dan guru berkualitas. Semoga semua rencana ini bisa terealisasi dengan lancar ya, Sobat!</p>
<h2 data-path-to-node="25"><b data-path-to-node="25" data-index-in-node="0">FAQ:</b></h2>
<ol start="1" data-path-to-node="26">
<li>
<p data-path-to-node="26,0,0"><b data-path-to-node="26,0,0" data-index-in-node="0">Kapan pertemuan antara Presiden Prabowo dan PM Anthony Albanese berlangsung?</b> Pertemuan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 6 Februari 2026.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="26,1,0"><b data-path-to-node="26,1,0" data-index-in-node="0">Apa nama program beasiswa yang diapresiasi oleh Presiden Prabowo?</b> Program tersebut adalah Australia Awards Garuda Scholarship, yang mendukung penguatan sistem pendidikan di Indonesia.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="26,2,0"><b data-path-to-node="26,2,0" data-index-in-node="0">Di sektor apa saja kerja sama Indonesia dan Australia disepakati?</b> Kerja sama disepakati di sektor pertanian (ketahanan pangan), investasi hilirisasi mineral (nikel, tembaga, bauksit, emas), pendidikan, dan keamanan.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="26,3,0"><b data-path-to-node="26,3,0" data-index-in-node="0">Apa tujuan kerja sama di bidang pertanian?</b> Tujuannya adalah mengembangkan <i data-path-to-node="26,3,0" data-index-in-node="74">joint venture</i> untuk memperkuat ketahanan pangan di kedua negara dengan menggabungkan modal.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="26,4,0"><b data-path-to-node="26,4,0" data-index-in-node="0">Apakah ada peluang kerja bagi orang Indonesia di Australia dari kesepakatan ini?</b> Ya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa SDM Indonesia yang kompeten dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Australia.</p>
</li>
</ol>
<p data-path-to-node="29">Gimana menurut kalian soal kerja sama baru ini? Apakah kalian tertarik buat mengejar beasiswa Australia Awards Garuda Scholarship nanti? Biar nggak ketinggalan info terbaru soal peluang pendidikan dan berita nasional lainnya, yuk terus pantau update artikel-artikel selanjutnya! Jangan lupa bagikan kabar baik ini ke teman-teman kalian juga, ya.</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2026/02/indonesia-australia-resmi-kerja-sama-dari-pangan-hingga-beasiswa-baru.html">Indonesia &#038; Australia Resmi Kerja Sama: Dari Pangan hingga Beasiswa Baru!</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.pelajarnews.com/2026/02/indonesia-australia-resmi-kerja-sama-dari-pangan-hingga-beasiswa-baru.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gaji Guru Cuma 139 Ribu, Anggaran Makan Gratis Digugat ke MK</title>
		<link>https://www.pelajarnews.com/2026/02/gaji-guru-cuma-139-ribu-anggaran-makan-gratis-digugat-ke-mk.html</link>
					<comments>https://www.pelajarnews.com/2026/02/gaji-guru-cuma-139-ribu-anggaran-makan-gratis-digugat-ke-mk.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[pelajarnewscom]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 23:43:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gaji Guru Honorer]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[MK]]></category>
		<category><![CDATA[P2G]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pelajarnews.com/?p=2795</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelajarnews.com &#8211; Guru honorer gugat UU APBN 2026...</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2026/02/gaji-guru-cuma-139-ribu-anggaran-makan-gratis-digugat-ke-mk.html">Gaji Guru Cuma 139 Ribu, Anggaran Makan Gratis Digugat ke MK</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="1"><strong>Pelajarnews.com</strong> &#8211; Guru honorer gugat UU APBN 2026 ke MK! Anggaran pendidikan Rp769 triliun dinilai &#8216;disusupi&#8217; program Makan Bergizi Gratis, bikin gaji guru makin miris.</p>
<h2 data-path-to-node="3"><b data-path-to-node="3" data-index-in-node="0">Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja</b></h2>
<p data-path-to-node="4">Pernah nggak sih kalian bayangin, gimana rasanya kerja sebulan penuh tapi cuma dibayar setara harga dua atau tiga porsi bakso? Kedengarannya mustahil, tapi inilah realita pahit yang sedang dihadapi oleh para pahlawan tanpa tanda jasa di negeri ini. Di saat kita sering mendengar berita tentang anggaran pendidikan yang nilainya fantastis hingga ratusan triliun rupiah, ternyata masih ada guru yang harus bertahan hidup dengan gaji di bawah Rp150 ribu per bulan.</p>
<p data-path-to-node="5">Kabar mengejutkan ini datang dari ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis, 12 Februari 2026. Seorang guru honorer asal Karawang, Reza Sudrajat, bersama Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), akhirnya mengambil langkah berani. Mereka resmi mengajukan uji materiil atau <i data-path-to-node="5" data-index-in-node="277">judicial review</i> terhadap Undang-Undang APBN 2026. Langkah hukum ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk perlawanan terakhir demi menuntut keadilan yang selama ini terasa jauh dari jangkauan.</p>
<h2 data-path-to-node="6"><b data-path-to-node="6" data-index-in-node="0">Gugatan Terhadap &#8220;Penyelundupan Hukum&#8221;</b></h2>
<p data-path-to-node="7">Fokus utama dari gugatan ini adalah Pasal 22 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025. Dalam sidang perdana tersebut, Reza menyuarakan keresahannya tentang apa yang ia sebut sebagai &#8220;penyelundupan hukum&#8221;. Istilah ini terdengar berat, tapi intinya cukup sederhana namun menyakitkan: Pemerintah dinilai telah memasukkan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam pos anggaran pendidikan.</p>
<p data-path-to-node="8">Jumlahnya nggak main-main, Sobat. Dari total anggaran pendidikan yang dialokasikan sebesar Rp769 triliun, ternyata Rp268 triliun di antaranya dialokasikan untuk program makan gratis tersebut. Reza menilai kebijakan ini sangat tidak adil. Di hadapan majelis hakim MK, ia menegaskan bahwa pemerintah seolah lebih memprioritaskan logistik pangan atau &#8220;benda mati&#8221; dibandingkan subjek utama pendidikan itu sendiri, yaitu guru.</p>
<p data-path-to-node="9">&#8220;Ini melanggar hak guru untuk hidup sejahtera,&#8221; tegas Reza. Pernyataan ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan kita, mengingat kesejahteraan guru seharusnya menjadi fondasi utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.</p>
<h2 data-path-to-node="10"><b data-path-to-node="10" data-index-in-node="0">Matematika Anggaran yang Menyesakkan Dada</b></h2>
<p data-path-to-node="11">Mari kita bedah sedikit angka-angkanya supaya lebih jelas duduk perkaranya. Konstitusi kita, tepatnya UUD 1945 Pasal 31 ayat 4, sebenarnya sudah mengamanatkan bahwa minimal 20 persen dari APBN harus dialokasikan untuk anggaran pendidikan. Tujuannya jelas, untuk menjamin kualitas pendidikan nasional.</p>
<p data-path-to-node="12">Namun, hitung-hitungan yang dilakukan oleh Reza bersama P2G menunjukkan fakta yang berbeda. Jika dana sebesar Rp268 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis itu dikeluarkan dari pos anggaran pendidikan, maka realisasi anggaran pendidikan murni dalam APBN 2026 ternyata hanya tersisa 11,9 persen. Angka ini jelas jauh di bawah amanat konstitusi yang mewajibkan minimal 20 persen.</p>
<p data-path-to-node="13">Kondisi ini menciptakan sebuah ironi besar. Di atas kertas, anggaran pendidikan terlihat jumbo dan mencetak sejarah sebagai yang terbesar. Namun, pada kenyataannya, dana tersebut tidak sepenuhnya menetes ke sektor pendidikan murni, apalagi ke kantong para guru yang berjuang di garis depan.</p>
<h2 data-path-to-node="14"><b data-path-to-node="14" data-index-in-node="0">Realita Gaji Guru: Antara Dompu, Aceh Utara, dan Sumedang</b></h2>
<p data-path-to-node="15">Dampak dari pengalihan anggaran besar-besaran ini ternyata sangat nyata dan menyakitkan, terutama bagi mereka yang berada di daerah. Iman Zanatul Haeri, selaku Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, membeberkan data-data yang bikin kita mengelus dada. Minimnya transfer dana ke daerah membuat gaji guru ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu menjadi sangat tidak manusiawi.</p>
<p data-path-to-node="16">Iman mengungkapkan fakta di Kabupaten Dompu, di mana gaji guru PPPK Paruh Waktu hanya menyentuh angka Rp139 ribu per bulan. Bayangkan, Rp139 ribu untuk biaya hidup selama 30 hari! Belum selesai sampai di situ, di Aceh Utara, nasib guru tak jauh beda dengan gaji sekitar Rp200 ribu per bulan.</p>
<p data-path-to-node="17">Kisah lebih memilukan datang dari Sumedang. Di sana, tercatat ada 137 guru yang hanya menerima gaji Rp50 ribu per bulan. Angka ini bahkan mungkin lebih kecil dari uang jajan harian sebagian pelajar di kota besar.</p>
<p data-path-to-node="18">&#8220;Ini paradoks: anggaran pendidikan diklaim terbesar dalam sejarah, tapi gurunya termiskin,&#8221; ungkap Iman dengan nada prihatin. Kalimat ini merangkum betapa absurdnya situasi yang terjadi saat ini. Di satu sisi ada klaim keberhasilan alokasi anggaran, di sisi lain ada guru yang harus berjuang mati-matian hanya untuk makan.</p>
<h2 data-path-to-node="19"><b data-path-to-node="19" data-index-in-node="0">Ancaman Bagi Masa Depan Wajib Belajar</b></h2>
<p data-path-to-node="20">Masalah ini bukan cuma soal perut guru, tapi juga soal masa depan pendidikan kita semua. Iman menyoroti kecilnya anggaran yang dikelola langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dari total anggaran pendidikan yang ratusan triliun itu, Kemendikdasmen hanya mengelola Rp52,12 triliun, atau sekitar 6,8 persen saja.</p>
<p data-path-to-node="21">Kecilnya anggaran ini dinilai bisa mengancam target program Wajib Belajar 13 tahun yang dicanangkan pemerintah. Selain itu, nasib lebih dari 1 juta guru yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga menjadi terkatung-katung. Pertanyaan besarnya adalah, bagaimana mutu pendidikan bisa ditingkatkan jika dananya habis tersedot untuk program makan, bukan untuk mendidik?</p>
<p data-path-to-node="22">&#8220;Bagaimana mutu pendidikan mau naik jika dananya habis untuk makan, bukan untuk mendidik?&#8221; tanya Iman, mewakili kegelisahan banyak pihak.</p>
<h2 data-path-to-node="23"><b data-path-to-node="23" data-index-in-node="0">Koalisi Masyarakat Sipil Bergerak</b></h2>
<p data-path-to-node="24">Perjuangan Reza dan P2G tidak sendirian. Mereka didukung oleh koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari berbagai lembaga kredibel seperti LBH Jakarta, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), IHCS, YAPPIKA, dan CELIOS.</p>
<p data-path-to-node="25">Langkah hukum ke Mahkamah Konstitusi ini dianggap sebagai pertaruhan terakhir. Tujuannya adalah untuk mengembalikan &#8220;marwah&#8221; anggaran pendidikan ke jalur yang benar. Anggaran pendidikan sejatinya harus fokus pada peningkatan kualitas manusia—termasuk di dalamnya kesejahteraan guru dan fasilitas belajar—bukan sekadar pemenuhan gizi fisik semata. Jika gizi fisik penting, maka gizi intelektual dan kesejahteraan pengajarnya pun tak kalah krusial.</p>
<p data-path-to-node="26">Semoga gugatan ini bisa membuka mata para pemangku kebijakan, bahwa pendidikan yang berkualitas dimulai dari guru yang sejahtera. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan sidang di Mahkamah Konstitusi nanti.</p>
<h2 data-path-to-node="28"><b data-path-to-node="28" data-index-in-node="0">FAQ:</b></h2>
<ol start="1" data-path-to-node="29">
<li>
<p data-path-to-node="29,0,0"><b data-path-to-node="29,0,0" data-index-in-node="0">Siapa yang menggugat anggaran pendidikan ke MK?</b> Gugatan diajukan oleh Reza Sudrajat, seorang guru honorer asal Karawang, yang didampingi oleh Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) serta koalisi masyarakat sipil.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="29,1,0"><b data-path-to-node="29,1,0" data-index-in-node="0">Apa masalah utama yang digugat oleh para guru?</b> Mereka menggugat masuknya anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp268 triliun ke dalam pos anggaran pendidikan Rp769 triliun, yang menyebabkan alokasi murni untuk pendidikan (termasuk gaji guru) menjadi berkurang drastis.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="29,2,0"><b data-path-to-node="29,2,0" data-index-in-node="0">Berapa gaji guru honorer yang diungkap dalam sidang ini?</b> Fakta persidangan mengungkap gaji yang sangat rendah, seperti Rp139 ribu per bulan di Dompu, Rp200 ribu di Aceh Utara, bahkan ada yang hanya Rp50 ribu per bulan di Sumedang.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="29,3,0"><b data-path-to-node="29,3,0" data-index-in-node="0">Apa dampak anggaran ini terhadap konstitusi?</b> Jika dana makan gratis dikeluarkan, anggaran pendidikan murni hanya 11,9%, padahal UUD 1945 Pasal 31 ayat 4 mewajibkan minimal 20% dari APBN untuk pendidikan.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="29,4,0"><b data-path-to-node="29,4,0" data-index-in-node="0">Kapan sidang perdana kasus ini digelar?</b> Sidang perdana digelar pada hari Kamis, 12 Februari 2026.</p>
</li>
</ol>
<p data-path-to-node="32">Isu pendidikan adalah isu masa depan kita semua. Jangan sampai kalian ketinggalan update terbaru soal nasib guru-guru kita dan putusan MK nanti. Terus pantau perkembangan beritanya agar kita bisa sama-sama mengawal kualitas pendidikan di Indonesia. Yuk, lebih peduli sama kondisi pendidikan di sekitar kita!</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2026/02/gaji-guru-cuma-139-ribu-anggaran-makan-gratis-digugat-ke-mk.html">Gaji Guru Cuma 139 Ribu, Anggaran Makan Gratis Digugat ke MK</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.pelajarnews.com/2026/02/gaji-guru-cuma-139-ribu-anggaran-makan-gratis-digugat-ke-mk.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hasil TKA SMA 2025 Resmi Diumumkan: Cek Skor dan Sertifikatmu Sekarang!</title>
		<link>https://www.pelajarnews.com/2025/12/hasil-tka-sma-2025-resmi-diumumkan-cek-skor-dan-sertifikatmu-sekarang.html</link>
					<comments>https://www.pelajarnews.com/2025/12/hasil-tka-sma-2025-resmi-diumumkan-cek-skor-dan-sertifikatmu-sekarang.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[pelajarnewscom]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 03:49:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>
		<category><![CDATA[cek hasil TKA]]></category>
		<category><![CDATA[cek hasil TKA pengumuman hasil TKA]]></category>
		<category><![CDATA[TKA SMA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pelajarnews.com/?p=2786</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelajarnews.com &#8211; Hari ini, Selasa, 23 Desember 2025,...</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/12/hasil-tka-sma-2025-resmi-diumumkan-cek-skor-dan-sertifikatmu-sekarang.html">Hasil TKA SMA 2025 Resmi Diumumkan: Cek Skor dan Sertifikatmu Sekarang!</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pelajarnews.com</strong> &#8211; Hari ini, Selasa, 23 Desember 2025, akhirnya tiba momen yang ditunggu-tunggu, yakni pengumuman hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA 2025. Bagi para peserta yang telah mengikuti ujian, ini adalah langkah penting dalam menentukan masa depan pendidikan mereka, terutama untuk mereka yang berencana mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNBP 2026.</p>
<h3>Apa Itu TKA dan Mengapa Hasilnya Begitu Krusial?</h3>
<p>TKA merupakan ujian yang dirancang untuk mengevaluasi pencapaian akademik siswa SMA dalam berbagai mata pelajaran. Walaupun ujian ini tidak diwajibkan bagi semua siswa, hasilnya tetap memegang peranan besar dalam proses seleksi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP. Bagi sebagian besar peserta, nilai TKA menjadi penentu apakah mereka bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi atau tidak.</p>
<h4>Apa Saja Bentuk Hasil TKA?</h4>
<p>Hasil ujian TKA SMA 2025 akan disajikan dalam dua format utama:</p>
<ul>
<li><strong>Skor Numerik</strong>: Ini adalah angka pasti yang menunjukkan seberapa baik siswa dalam masing-masing mata pelajaran yang diuji.</li>
<li><strong>Kategori Capaian</strong>: Penilaian kualitatif yang dibagi menjadi empat level: Sangat Baik, Baik, Cukup, dan Perlu Ditingkatkan.</li>
</ul>
<p>Penting untuk diingat bahwa nilai TKA ini tidak akan tercatat dalam ijazah siswa. Sebagai gantinya, nilai tersebut akan dicantumkan dalam <strong>Sertifikat Hasil TKA (SHTKA)</strong> yang diterbitkan terpisah oleh pemerintah.</p>
<h3>Langkah-Langkah untuk Mengecek Hasil TKA SMA 2025</h3>
<p>Bagi mereka yang telah mengikuti ujian pada periode 3 hingga 9 November 2025, hasil TKA sudah bisa diakses lewat situs resmi yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
<h4>Cara Memeriksa Hasil TKA</h4>
<p>Berikut adalah panduan untuk mengecek hasil TKA SMA 2025 secara online:</p>
<ol>
<li><strong>Kunjungi Halaman Pengumuman</strong><br />
Akses laman pengumuman hasil TKA SMA 2025 melalui <a href="https://tka.kemendikdasmen.go.id/" target="_blank" rel="noopener">link ini</a>.</li>
<li><strong>Masukkan Data Login</strong><br />
Ketikkan username dan password yang telah diberikan kepada kamu selama proses pendaftaran ujian.</li>
<li><strong>Verifikasi dengan Kode Keamanan</strong><br />
Masukkan kode Captcha yang muncul di layar untuk memastikan bahwa kamu bukan robot.</li>
<li><strong>Klik Tombol “Masuk”</strong><br />
Setelah semuanya terisi dengan benar, klik tombol &#8220;Masuk&#8221; untuk melanjutkan.</li>
<li><strong>Lihat Hasil Skor</strong><br />
Setelah login, hasil TKA kamu akan muncul di layar.</li>
</ol>
<h3>Kapan Sertifikat TKA Dapat Diunduh?</h3>
<p>Meskipun hasil ujian sudah diumumkan, kamu harus bersabar sedikit lagi untuk mengunduh <strong>Sertifikat Hasil TKA (SHTKA)</strong> dalam bentuk fisik. Rencananya, sertifikat ini baru akan tersedia untuk diunduh dan didistribusikan ke sekolah-sekolah mulai Januari 2026. Pastikan untuk memantau perkembangan lebih lanjut di situs resmi terkait pengunduhan dokumen tersebut.</p>
<h3>Akhir Kata</h3>
<p>Pengumuman hasil TKA SMA 2025 yang baru saja dirilis memiliki arti yang sangat penting bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP 2026. Dengan mengikuti panduan yang sudah dijelaskan di atas, kamu bisa dengan mudah melihat hasil ujian TKA melalui situs resmi yang disediakan oleh Kemendikdasmen. Jangan lupa, sertifikat hasil TKA dalam bentuk fisik baru akan tersedia pada Januari 2026.</p>
<p>Untuk informasi lebih lanjut mengenai TKA dan seleksi masuk perguruan tinggi, pastikan kamu terus mengikuti berita terbaru di <strong>Pelajarnews.com</strong></p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/12/hasil-tka-sma-2025-resmi-diumumkan-cek-skor-dan-sertifikatmu-sekarang.html">Hasil TKA SMA 2025 Resmi Diumumkan: Cek Skor dan Sertifikatmu Sekarang!</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.pelajarnews.com/2025/12/hasil-tka-sma-2025-resmi-diumumkan-cek-skor-dan-sertifikatmu-sekarang.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Robot di Kelas Semakin Umum: Manfaat, Risiko, dan Dampaknya pada Siswa SD</title>
		<link>https://www.pelajarnews.com/2025/12/robot-di-kelas-semakin-umum-manfaat-risiko-dan-dampaknya-pada-siswa-sd.html</link>
					<comments>https://www.pelajarnews.com/2025/12/robot-di-kelas-semakin-umum-manfaat-risiko-dan-dampaknya-pada-siswa-sd.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[pelajarnewscom]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 03:31:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[robot]]></category>
		<category><![CDATA[robot humanoid]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pelajarnews.com/?p=2783</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelajarnews.com &#8211; Robot di lingkungan sekolah makin sering...</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/12/robot-di-kelas-semakin-umum-manfaat-risiko-dan-dampaknya-pada-siswa-sd.html">Robot di Kelas Semakin Umum: Manfaat, Risiko, dan Dampaknya pada Siswa SD</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pelajarnews.com</strong> &#8211; Robot di lingkungan sekolah makin sering terlihat—bukan sekadar pajangan teknologi, tetapi benar-benar dipakai untuk mendukung proses belajar. Di sejumlah kelas, robot humanoid diposisikan sebagai asisten yang membantu guru menyampaikan materi, memandu aktivitas, hingga membangun kebiasaan sosial seperti sopan santun dan empati lewat interaksi sehari-hari. Pertanyaannya bukan lagi apakah robot akan masuk sekolah, melainkan bagaimana kehadiran robot mengubah cara anak belajar dan bersikap.</p>
<p>Kondisi ini memunculkan dua sisi yang sama-sama penting: potensi robot untuk meningkatkan pengalaman belajar, sekaligus risiko ketika interaksi manusia–robot terjadi terlalu intens atau terlalu lama, khususnya pada anak usia sekolah dasar yang sedang membentuk pola sosial dan cara memaknai teman di sekitarnya.</p>
<h2>2. Mengapa Robot di Sekolah Makin Populer dalam Pembelajaran</h2>
<h3>2.1 Robot sebagai Asisten Belajar yang Adaptif</h3>
<p>Salah satu alasan robot mudah diterima di kelas adalah kemampuannya menyesuaikan diri dengan kebutuhan siswa. Robot dapat diprogram untuk memakai metode pengajaran yang lebih cocok dengan gaya belajar tertentu, memberi umpan balik secara langsung, serta membuat kegiatan kelas terasa lebih interaktif. Di atas kertas, ini menjawab tantangan klasik sekolah: perbedaan kemampuan dan tempo belajar di dalam satu ruang kelas.</p>
<h3>2.2 Dampak pada Motivasi dan Keterlibatan Siswa</h3>
<p>Ketika pembelajaran terasa menyenangkan dan responsif, siswa cenderung lebih antusias. Kehadiran robot sering memicu rasa ingin tahu yang kemudian berubah menjadi partisipasi aktif: bertanya, mencoba, dan menyelesaikan tugas dengan lebih terlibat. Dalam konteks kelas dasar, antusiasme bukan sekadar emosi sesaat; ia bisa menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan belajar yang positif.</p>
<h2>3. Temuan Studi: Anak SD Cenderung Sopan pada Robot</h2>
<h3>3.1 Mayoritas Siswa Memperlakukan Robot dengan Sopan</h3>
<p>Penelitian dari SWPS University menunjukkan pola yang menarik: sebagian besar siswa sekolah dasar tetap bersikap sopan ketika berinteraksi dengan robot humanoid. Artinya, norma sosial yang sudah tertanam—seperti kebiasaan berkata baik dan tidak kasar—tetap bekerja, bahkan ketika lawan bicara bukan manusia.</p>
<h3>3.2 Usia Lebih Muda dan Perempuan Lebih Mudah Memanusiakan Robot</h3>
<p>Studi yang sama menemukan kecenderungan tambahan: siswa yang lebih muda dan siswa perempuan lebih sering melihat robot seolah memiliki kualitas manusia—misalnya dianggap bisa diajak berbicara layaknya teman, diperlakukan seperti makhluk yang punya perasaan, atau dinilai memiliki niat tertentu. Ini penting karena cara anak memaknai robot akan memengaruhi cara mereka merespons arahan robot, menilai otoritasnya, dan menentukan seberapa besar keterikatan emosional yang terbentuk.</p>
<h2>4. Bagaimana Peneliti Menguji Interaksi Anak–Robot di Kelas</h2>
<h3>4.1 Robot Humanoid Pepper sebagai Subjek Interaksi</h3>
<p>Dalam riset terbaru, peneliti menggunakan robot humanoid setinggi sekitar 120 cm bernama Pepper dari SoftBank Robotics yang dilengkapi sensor, kamera, dan mikrofon untuk mengenali suara, gerakan, serta beberapa isyarat emosi. Partisipan penelitian melibatkan 251 siswa usia 7–12 tahun—rentang usia yang krusial dalam perkembangan sosial dan pembentukan persepsi terhadap teknologi.</p>
<h3>4.2 Dua Variabel Kunci: Gaya Komunikasi dan Gender Robot</h3>
<p>Penelitian menyoroti dua faktor yang kerap luput dibahas saat sekolah mengadopsi teknologi:</p>
<ul>
<li>Gaya komunikasi robot, apakah robot berbicara dengan cara sopan atau tegas.</li>
<li>Gender robot yang diwakili melalui penamaan, misalnya Ada atau Adam, yang kemudian memengaruhi ekspektasi sosial anak terhadap cara robot seharusnya berbicara dan bersikap.</li>
</ul>
<p>Kedua variabel ini membentuk cara siswa menafsirkan robot: apakah terasa hangat, berwibawa, ramah, atau justru mengintimidasi, dan pada akhirnya berpengaruh pada keterlibatan serta hasil belajar.</p>
<h3>4.3 Skenario Eksperimen: Anak Menilai Respons Robot dan Emosinya</h3>
<p>Siswa diperkenalkan pada situasi yang menampilkan respons robot terhadap suatu tindakan, misalnya saat ada yang mencoba memotretnya, lalu diminta merespons. Setelah itu, mereka menjawab pertanyaan mengenai kemampuan batin robot—apakah robot bisa bahagia, bermimpi, atau berimajinasi. Pertanyaan semacam ini bukan sekadar iseng; jawabannya memetakan seberapa jauh anak memberi sifat manusiawi pada robot.</p>
<h2>5. Siswa Meniru Robot? Ini yang Terjadi di Lapangan</h2>
<h3>5.1 Sopan Tetap Mendominasi, Bahkan Saat Robot Tegas</h3>
<p>Hasilnya cukup menenangkan: ketika robot bersikap sopan, siswa hampir selalu membalas dengan sopan. Yang lebih menarik, ketika robot menggunakan gaya tegas, sebagian besar siswa tetap menjaga sopan santun. Ini mengisyaratkan bahwa norma sosial yang sudah dimiliki anak, baik dari rumah maupun sekolah, lebih kuat dibanding dorongan meniru gaya bicara robot.</p>
<h3>5.2 Robot Sopan Lebih Mudah Dianggap Manusiawi</h3>
<p>Robot yang berkomunikasi secara sopan cenderung lebih sering dianggap memiliki kualitas manusia, terutama ketika gaya komunikasinya selaras dengan ekspektasi sosial terkait gender. Puncaknya terlihat saat robot bersikap sopan dan dipersepsikan sebagai perempuan, kondisi yang memicu atribusi sifat manusiawi paling tinggi.</p>
<p>Implikasinya jelas: desain interaksi robot bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal psikologi sosial—bagaimana anak membaca isyarat, menilai kehangatan, dan membangun relasi.</p>
<h2>6. Risiko yang Diingatkan Ahli: Interaksi Terlalu Lama Bisa Mengganggu Perilaku Sosial</h2>
<h3>6.1 Kekhawatiran Utama: Durasi dan Intensitas Interaksi</h3>
<p>Konrad Maj, PhD, psikolog sosial sekaligus penulis utama studi, menggarisbawahi bahwa kontak yang terlalu lama dengan robot berpotensi memberi dampak negatif pada perilaku sosial siswa. Masalahnya bukan pada robotnya semata, melainkan pada porsi interaksi. Ketika anak terlalu sering berinteraksi dengan entitas yang responsnya dapat diprediksi, dikendalikan, dan selalu siap, anak bisa kehilangan sebagian kesempatan untuk melatih keterampilan sosial yang lebih kompleks, seperti membaca emosi manusia yang tidak selalu konsisten, bernegosiasi, dan memahami batas interpersonal.</p>
<h3>6.2 Mengapa Sekolah Perlu Memahami Pola Interaksi Anak–Robot</h3>
<p>Agar robot benar-benar menjadi mitra belajar yang efektif, sekolah perlu memahami dua hal: bagaimana anak memandang robot dan dalam kondisi apa robot paling bermanfaat. Tanpa pemahaman itu, robot bisa berubah dari alat bantu pedagogis menjadi distraksi, atau lebih jauh, menjadi pengganti interaksi sosial yang seharusnya terjadi antar manusia.</p>
<h2>7. Implikasi Praktis: Cara Aman dan Efektif Memanfaatkan Robot di Kelas</h2>
<h3>7.1 Gunakan Robot untuk Tujuan yang Spesifik, Bukan Semua Hal</h3>
<p>Robot paling efektif ketika dipakai untuk fungsi yang jelas: latihan materi tertentu, simulasi interaksi edukatif, atau penguatan motivasi dalam sesi singkat. Robot tidak ideal bila dibiarkan mengambil alih peran sosial utama, misalnya menjadi teman utama anak selama jam belajar.</p>
<h3>7.2 Sesuaikan Gaya Komunikasi Robot dengan Tahap Perkembangan Siswa</h3>
<p>Siswa usia lebih muda lebih mudah memberi sifat manusiawi pada robot. Karena itu, gaya komunikasi robot perlu dirancang agar tetap ramah namun tidak memicu keterikatan yang berlebihan. Di sini, guru berperan sebagai pengarah, memastikan anak memahami robot sebagai alat bantu, bukan pengganti relasi manusia.</p>
<h3>7.3 Tetapkan Batas Durasi Interaksi dan Prioritaskan Kolaborasi Manusia</h3>
<p>Jika tujuan sekolah adalah membangun kompetensi sosial, maka robot sebaiknya mendorong interaksi antar siswa: kerja kelompok, diskusi, dan permainan edukatif bersama, bukan aktivitas satu anak satu robot dalam waktu panjang. Robot yang mendukung kolaborasi manusia akan lebih selaras dengan kebutuhan perkembangan anak.</p>
<h2>8. Robot Bisa Jadi Mitra Belajar, Asal Tidak Mengambil Alih Peran Sosial</h2>
<p>Kehadiran robot di sekolah menawarkan peluang nyata: pembelajaran lebih adaptif, lebih menarik, dan lebih responsif. Namun, riset menunjukkan bahwa aspek sosial tidak boleh diperlakukan sebagai efek samping. Anak, terutama yang lebih muda, dapat memaknai robot secara manusiawi, dan di sinilah sekolah perlu berhati-hati.</p>
<p>Kuncinya ada pada desain dan pengelolaan: gaya komunikasi robot, ekspektasi sosial yang terbentuk, serta batas durasi interaksi. Dengan pendekatan yang tepat, robot dapat menjadi alat yang memperkuat pengalaman belajar, bukan menggantikan ruang penting bagi anak untuk bertumbuh melalui interaksi manusia yang sesungguhnya</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/12/robot-di-kelas-semakin-umum-manfaat-risiko-dan-dampaknya-pada-siswa-sd.html">Robot di Kelas Semakin Umum: Manfaat, Risiko, dan Dampaknya pada Siswa SD</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.pelajarnews.com/2025/12/robot-di-kelas-semakin-umum-manfaat-risiko-dan-dampaknya-pada-siswa-sd.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Informasi Pendaftaran SPMB Online SMA Pradita Dirgantara Tahun 2026</title>
		<link>https://www.pelajarnews.com/2025/12/informasi-pendaftaran-spmb-online-sma-pradita-dirgantara-tahun-2026.html</link>
					<comments>https://www.pelajarnews.com/2025/12/informasi-pendaftaran-spmb-online-sma-pradita-dirgantara-tahun-2026.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[pelajarnewscom]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 01:24:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Pradita Dirgantara]]></category>
		<category><![CDATA[SPMB Online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pelajarnews.com/?p=2774</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelajarnews.com &#8211; SMA Pradita Dirgantara merupakan salah satu...</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/12/informasi-pendaftaran-spmb-online-sma-pradita-dirgantara-tahun-2026.html">Informasi Pendaftaran SPMB Online SMA Pradita Dirgantara Tahun 2026</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pelajarnews.com</strong> &#8211; SMA Pradita Dirgantara merupakan salah satu sekolah unggulan di Jawa Tengah yang banyak diminati oleh calon siswa. Bagi kamu yang berminat melanjutkan pendidikan di sekolah ini, berikut adalah informasi lengkap mengenai pendaftaran SPMB Online SMA Pradita Dirgantara untuk tahun 2026. Artikel ini mencakup jadwal pendaftaran, jalur masuk, persyaratan, serta informasi biaya yang perlu kamu ketahui.</p>
<h3>Sekilas tentang SMA Pradita Dirgantara</h3>
<p>SMA Pradita Dirgantara adalah sekolah yang dikelola oleh Yayasan Ardhya Garini dan berada di bawah naungan TNI Angkatan Udara. Sekolah ini dikenal sebagai sekolah unggulan dengan sistem pendidikan semi-militer yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa dengan disiplin tinggi.</p>
<p>Salah satu daya tarik utama SMA Pradita Dirgantara adalah kurikulum yang menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum internasional serta Cambridge. Selain itu, sekolah ini juga menawarkan fasilitas asrama, yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kedisiplinan dan tanggung jawab sejak dini.</p>
<h3>Jalur Masuk SMA Pradita Dirgantara</h3>
<p>Terdapat tiga jalur masuk yang dapat dipilih oleh calon siswa SMA Pradita Dirgantara. Setiap jalur memiliki persyaratan dan proses seleksi yang berbeda. Berikut adalah rincian jalur masuk yang dapat kamu pilih:</p>
<h4>1. Jalur Reguler</h4>
<p>Jalur reguler diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari keluarga yang mampu secara finansial. Pada jalur ini, calon siswa harus mengikuti seluruh rangkaian seleksi yang terdiri dari seleksi administrasi, seleksi daerah, dan seleksi pusat.</p>
<h4>2. Jalur Beasiswa</h4>
<p>Jalur ini ditujukan bagi calon siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, siswa yang tinggal di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), atau siswa berprestasi. Beberapa kategori prestasi yang dapat memenuhi syarat untuk jalur beasiswa antara lain prestasi di bidang Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA.</p>
<h4>3. Jalur B2P (Bantuan Biaya Pendidikan)</h4>
<p>Jalur B2P terbuka untuk siswa yang memiliki prestasi akademik di bidang Matematika, Bahasa Inggris, atau IPA, baik di tingkat kabupaten, kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Selain itu, syarat untuk jalur ini adalah penghasilan gabungan orang tua tidak melebihi Rp12.000.000 per bulan.</p>
<h3>Persyaratan Masuk SMA Pradita Dirgantara</h3>
<p>Untuk memastikan kelayakan calon siswa, SMA Pradita Dirgantara memiliki serangkaian persyaratan yang harus dipenuhi oleh semua pendaftar, baik dari jalur reguler, beasiswa, maupun B2P. Berikut adalah persyaratan yang harus dipenuhi:</p>
<h4>1. Syarat dan Ketentuan Umum</h4>
<ul>
<li><strong>Warga Negara Indonesia (WNI):</strong> Calon siswa harus berstatus WNI.</li>
<li><strong>Lulusan SMP:</strong> Calon siswa harus lulus SMP atau yang sederajat pada tahun pelajaran 2025/2026.</li>
<li><strong>Nilai Rapor:</strong> Untuk siswa dari sekolah nasional, nilai rapor untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA minimal 90. Siswa dari sekolah internasional harus memiliki nilai minimal 50 di setiap mata pelajaran dan tidak ada nilai kurang dari 4.</li>
<li><strong>Surat Keterangan Kelakuan Baik:</strong> Surat ini harus dikeluarkan oleh Kepala Sekolah asal calon siswa.</li>
<li><strong>Tes IQ:</strong> Calon siswa harus mengikuti tes IQ dengan skor minimal 115 yang dilaksanakan oleh TNI AU.</li>
</ul>
<h4>2. Persyaratan Administrasi Umum</h4>
<ul>
<li><strong>Dokumen yang Diperlukan:</strong>
<ul>
<li>KK asli, akta kelahiran, dan pas foto.</li>
<li>Rapor untuk siswa nasional dan internasional (untuk setiap semester).</li>
<li>Surat keterangan kelakuan baik dan surat persetujuan pendaftaran dari orang tua/wali.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<h4>3. Persyaratan Administrasi Khusus untuk Jalur B2P</h4>
<p>Bagi siswa yang memilih jalur B2P, mereka harus mengumpulkan dokumen tambahan, antara lain:</p>
<ul>
<li><strong>Sertifikat Prestasi Akademik</strong> di bidang Matematika, Bahasa Inggris, atau IPA.</li>
<li><strong>Slip Gaji Orang Tua:</strong> Gabungan gaji orang tua tidak lebih dari Rp12.000.000 per bulan.</li>
</ul>
<h4>4. Persyaratan Administrasi untuk Jalur Beasiswa – Prasejahtera</h4>
<p>Siswa yang memilih jalur ini harus memenuhi syarat tambahan, seperti:</p>
<ul>
<li><strong>Kartu KIP</strong> atau surat keterangan prasejahtera.</li>
<li><strong>Slip Gaji Orang Tua</strong> yang menunjukkan penghasilan gabungan kurang dari Rp4.000.000 per bulan.</li>
<li><strong>Tagihan Pembelian PLN</strong> dan foto rumah serta keluarga.</li>
</ul>
<h4>5. Persyaratan Administrasi untuk Jalur Beasiswa OSN + PDC</h4>
<p>Bagi siswa yang memiliki prestasi di Olimpiade Sains Nasional (OSN) atau Pradita Dirgantara Competition (PDC), dokumen yang perlu disiapkan adalah sertifikat perlombaan yang menunjukkan pencapaian prestasi tersebut.</p>
<h3>Biaya Sekolah SMA Pradita Dirgantara</h3>
<p>Biaya pendidikan di SMA Pradita Dirgantara termasuk salah satu yang perlu dipertimbangkan oleh calon siswa dan orang tua. Berikut adalah rincian biaya yang harus dibayar oleh setiap siswa:</p>
<ul>
<li><strong>Dana Operasional Sekolah (DOP):</strong> Rp6.425.000 per bulan.</li>
<li><strong>Uang Pangkal (Sumbangan Pendidikan):</strong> Rp50.000.000 per siswa.</li>
<li><strong>Biaya Seragam:</strong>
<ul>
<li>Seragam putra: Rp6.000.000.</li>
<li>Seragam putri: Rp6.200.000.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<h3>Proses Pendaftaran SPMB Online SMA Pradita Dirgantara</h3>
<p>Proses pendaftaran SPMB Online untuk SMA Pradita Dirgantara tahun 2026 dimulai pada bulan Desember 2025. Calon siswa dapat membuat akun di situs resmi SMA Pradita Dirgantara dan mengisi formulir pendaftaran. Setelah itu, mereka harus mengunggah dokumen yang diperlukan sesuai dengan jalur yang dipilih.</p>
<h4>Langkah-langkah Pendaftaran:</h4>
<ol>
<li><strong>Membuat Akun:</strong> Calon siswa harus membuat akun di situs resmi dan mengisi formulir pendaftaran.</li>
<li><strong>Mengunggah Dokumen:</strong> Dokumen yang telah disiapkan harus diunggah sesuai dengan ketentuan.</li>
<li><strong>Seleksi Administrasi:</strong> Setelah dokumen diunggah, seleksi administrasi akan dilakukan.</li>
<li><strong>Tes IQ dan Psikologi:</strong> Calon siswa yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti tes IQ dan psikologi.</li>
<li><strong>Seleksi Daerah dan Pusat:</strong> Bagi yang lulus tes IQ, selanjutnya mengikuti seleksi daerah dan seleksi pusat.</li>
</ol>
<h3>Akhir Kata</h3>
<p>Pendaftaran SPMB Online SMA Pradita Dirgantara Tahun 2026 memberikan kesempatan bagi para siswa untuk bergabung dengan sekolah unggulan yang memiliki fasilitas dan kurikulum terbaik. Dengan sistem pendidikan yang mengutamakan kedisiplinan dan pembentukan karakter, SMA Pradita Dirgantara menjadi pilihan yang tepat bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pastikan kamu memenuhi semua persyaratan dan mengikuti seluruh proses pendaftaran dengan teliti agar dapat diterima di sekolah ini.</p>
<p>Jika kamu tertarik mendaftar, segera persiapkan diri dan dokumen yang dibutuhkan. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari SMA Pradita Dirgantara yang penuh prestasi dan tantangan!</p>
<div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title-wrap" tabindex="0" aria-controls="ub-content-toggle-panel-0-6bf9c65d-0464-4d1b-909c-f3dae767af11">
<p class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title ub-content-toggle-title-6bf9c65d-0464-4d1b-909c-f3dae767af11"><strong>Referensi:</strong></p>
</div>
<div id="ub-content-toggle-panel-0-6bf9c65d-0464-4d1b-909c-f3dae767af11" class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-content-wrap" role="region" aria-expanded="false">
<p>Biaya Sekolah SMA Pradita Dirgantara, Pendaftaran 2026 Buka 1 Desember [Daring]. Tautan: https://edukasi.kompas.com/read/2025/11/19/154850271/biaya-sekolah-sma-pradita-dirgantara-pendaftaran-2026-buka-1-desember</p>
<p>SPMB SMA Pradita Dirgantara [Daring]. Tautan: https://praditadirgantara.sch.id/id/ppdb-sma-pradita-dirgantara/#cekselengkapnya</p>
<p>3 Jalur Masuk SMA Pradita Dirgantara 2026, Sekolah Berbasis Semi Militer [Daring]. Tautan: https://www.kompas.com/edu/read/2025/11/15/154517671/3-jalur-masuk-sma-pradita-dirgantara-2026-sekolah-berbasis-semi-militer</p>
<p>Catat! Ini Persyaratan Jalur Bantuan Biaya Pendidikan (B2P) SPMB SMA Pradita Dirgantara TA 2026/2027 [Daring]. Tautan: https://bintangbangsa.com/2025/11/20/persyaratan-spmb-sma-pradita-dirgantara-2/</p>
</div>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/12/informasi-pendaftaran-spmb-online-sma-pradita-dirgantara-tahun-2026.html">Informasi Pendaftaran SPMB Online SMA Pradita Dirgantara Tahun 2026</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.pelajarnews.com/2025/12/informasi-pendaftaran-spmb-online-sma-pradita-dirgantara-tahun-2026.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Skor Matematika TKA SMA 2025 Jeblok, Mendikdasmen Beberkan Akar Masalah Numerasi</title>
		<link>https://www.pelajarnews.com/2025/11/skor-matematika-tka-sma-2025-jeblok-mendikdasmen-beberkan-akar-masalah-numerasi.html</link>
					<comments>https://www.pelajarnews.com/2025/11/skor-matematika-tka-sma-2025-jeblok-mendikdasmen-beberkan-akar-masalah-numerasi.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[pelajarnewscom]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 02:16:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Matematika]]></category>
		<category><![CDATA[Mendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[TKA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pelajarnews.com/?p=2756</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelajarnews.com &#8211; Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang...</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/11/skor-matematika-tka-sma-2025-jeblok-mendikdasmen-beberkan-akar-masalah-numerasi.html">Skor Matematika TKA SMA 2025 Jeblok, Mendikdasmen Beberkan Akar Masalah Numerasi</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pelajarnews.com</strong> &#8211; Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA tahun 2025 mengguncang dunia pendidikan. Skor Matematika TKA 2025 dilaporkan sangat rendah, atau dalam istilah Mendikdasmen Abdul Mu’ti, “jeblok-blok”. Pernyataan ini ia sampaikan secara terbuka dalam Musyawarah Nasional Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) di Jakarta.</p>
<p>Temuan ini bukan sekadar angka ujian yang turun, tetapi menjadi sinyal kuat bahwa ada persoalan mendasar dalam literasi numerasi dan cara kita mengajarkan Matematika di sekolah menengah atas.</p>
<h2>2. Mengapa Skor Matematika TKA SMA 2025 Sangat Rendah?</h2>
<h3>2.1 Bukan Karena Siswa Bodoh</h3>
<p>Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa jebloknya skor Matematika tidak boleh langsung disimpulkan sebagai bukti bahwa siswa SMA di Indonesia “bodoh” dalam Matematika.</p>
<p>Menurutnya, kemampuan belajar siswa tidak menjadi masalah utama. Yang lebih krusial justru ekosistem belajarnya: bagaimana Matematika diperkenalkan, diajarkan, dan dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa bisa belajar, tetapi mereka tidak diberi pengalaman belajar Matematika yang membuat mereka yakin, tertarik, dan berani mencoba.</p>
<h3>2.2 Budaya Numerasi yang Lemah</h3>
<p>Akar persoalan yang disorot Mendikdasmen adalah rendahnya budaya numerasi.<br />
Budaya numerasi bukan sekadar kemampuan berhitung, tetapi kebiasaan menggunakan angka, data, logika, dan penalaran kuantitatif dalam keseharian.</p>
<p>Di banyak lingkungan, angka hanya muncul saat ujian atau pekerjaan rumah. Di luar itu, Matematika jarang dihubungkan dengan aktivitas nyata seperti berbelanja, mengukur, membandingkan, atau mengambil keputusan berbasis data. Akibatnya, Matematika terasa asing dan hanya dianggap sebagai “materi ujian”, bukan sebagai keterampilan hidup.</p>
<h3>2.3 Persepsi Matematika sebagai Pelajaran yang Menakutkan</h3>
<p>Mu’ti juga menyoroti kuatnya anggapan bahwa Matematika adalah pelajaran yang sulit dan menakutkan. Persepsi ini diperkuat oleh dua faktor utama:</p>
<ul>
<li><strong>Buku pelajaran</strong> yang kaku, penuh simbol dan rumus tanpa konteks kehidupan nyata.</li>
<li><strong>Cara mengajar</strong> yang sering berfokus pada hafalan rumus dan kecepatan mengerjakan soal, bukan pada pemahaman konsep dan pemecahan masalah.</li>
</ul>
<p>Ketika siswa sejak awal hanya bertemu Matematika dalam bentuk angka-angka rumit tanpa cerita, tanpa permainan logika, dan tanpa kaitan dengan dunia mereka, wajar jika Matematika diposisikan sebagai beban, bukan tantangan yang menarik.</p>
<h3>2.4 Dampak Terhadap Capaian PISA Indonesia</h3>
<p>Rendahnya numerasi di tingkat nasional punya efek jangka panjang. Salah satunya tercermin pada skor Indonesia di Programme for International Student Assessment (PISA), khususnya di bidang Matematika, yang cenderung stagnan bahkan menurun.</p>
<p>TKA 2025 dengan skor Matematika yang jeblok memperkuat gambaran bahwa kemampuan berpikir logis, analitis, dan numerik siswa Indonesia masih tertinggal. Ini bukan hanya persoalan ranking internasional, tetapi menyangkut daya saing generasi muda di dunia kerja dan kehidupan modern yang semakin berbasis data dan teknologi.</p>
<h2>3. Akar Masalah: Buku, Guru, dan Ekosistem Belajar</h2>
<h3>3.1 Buku Pelajaran yang Kurang Kontekstual</h3>
<p>Salah satu faktor yang disorot adalah kualitas dan pendekatan buku pelajaran Matematika dan sains. Banyak buku masih:</p>
<ul>
<li>Menyajikan contoh soal yang abstrak dan jauh dari realitas kehidupan siswa.</li>
<li>Minim ilustrasi, cerita, atau studi kasus yang dekat dengan dunia remaja.</li>
<li>Fokus pada latihan rutin tanpa mendorong siswa bertanya “mengapa” dan “untuk apa”.</li>
</ul>
<p>Hasilnya, siswa sulit melihat manfaat konkret Matematika dalam hidup mereka. Mereka hanya mengejar nilai, bukan pemahaman.</p>
<h3>3.2 Metode Mengajar yang Minim Pengalaman Nyata</h3>
<p>Guru memegang peran kunci, namun seringkali dibatasi oleh tekanan kurikulum, target materi, dan budaya pendidikan yang masih berorientasi ujian. Metode yang banyak digunakan masih:</p>
<ul>
<li>Ceramah satu arah di depan kelas.</li>
<li>Pengerjaan soal di papan tulis dan buku latihan tanpa eksplorasi.</li>
<li>Penilaian yang lebih menekankan jawaban benar daripada proses berpikir.</li>
</ul>
<p>Padahal, Matematika akan lebih mudah dipahami jika guru mengajak siswa:</p>
<ul>
<li>Mengamati pola di sekitar mereka.</li>
<li>Bereksperimen dengan permainan logika dan data sederhana.</li>
<li>Mendiskusikan strategi pemecahan masalah, bukan hanya hasil akhir.</li>
</ul>
<h3>3.3 Lingkungan Keluarga dan Penggunaan Angka Sehari-hari</h3>
<p>Budaya numerasi tidak hanya dibangun di sekolah, tetapi juga di rumah. Jika di rumah angka hanya muncul saat “menghitung nilai rapor” atau “menghitung uang saku”, maka Matematika akan terasa sempit maknanya.</p>
<p>Idealnya, keluarga juga:</p>
<ul>
<li>Mengajak anak berhitung dan membandingkan saat belanja.</li>
<li>Mengajak anak mengukur, memperkirakan, dan mengamati pola dalam aktivitas sederhana.</li>
<li>Memuji usaha anak berpikir logis, bukan hanya saat mereka menjawab dengan benar.</li>
</ul>
<p>Tanpa dukungan lingkungan, sekolah akan kesulitan mengubah cara pandang anak terhadap Matematika.</p>
<h2>4. Strategi Pemerintah: Menguatkan STEM Sejak Dini</h2>
<h3>4.1 Buku Sains 3M: Mudah, Murah, Menyenangkan</h3>
<p>Sebagai respons atas jebloknya skor Matematika TKA 2025, pemerintah menyiapkan strategi besar untuk membangkitkan minat terhadap STEM (Science, Technology, Engineering, and Math).</p>
<p>Salah satu langkah konkret adalah pengembangan buku-buku sains dengan pendekatan <strong>3M: Mudah, Murah, dan Menyenangkan</strong>. Artinya:</p>
<ul>
<li><strong>Mudah:</strong> Bahasa sederhana, contoh konkret, dan penjelasan bertahap.</li>
<li><strong>Murah:</strong> Dapat diakses lebih luas, termasuk oleh sekolah dan daerah dengan keterbatasan anggaran.</li>
<li><strong>Menyenangkan:</strong> Dikemas dengan ilustrasi, permainan, eksperimen sederhana, dan cerita kontekstual sehingga siswa merasa dekat, bukan terintimidasi.</li>
</ul>
<p>Buku yang baik diharapkan menjadi pintu masuk agar siswa tidak lagi alergi terhadap angka dan konsep Matematika.</p>
<h3>4.2 Gerakan Numerasi Nasional dari Jenjang TK</h3>
<p>Pemerintah juga menggulirkan <strong>Gerakan Numerasi Nasional</strong> sebagai upaya membangun budaya numerasi sejak dini. Gerakan ini menargetkan:</p>
<ul>
<li>Penanaman konsep Matematika dasar di <strong>Taman Kanak-kanak (TK)</strong> melalui permainan, cerita, dan aktivitas motorik.</li>
<li>Pembiasaan anak menggunakan pola, bentuk, urutan, dan perbandingan dalam aktivitas harian.</li>
<li>Keterlibatan guru dan orangtua dalam menghadirkan Matematika sebagai bagian alami dari kegiatan bermain, bukan sebagai “pelajaran berat”.</li>
</ul>
<p>Mu’ti menegaskan bahwa Matematika perlu diajarkan sejak TK, tentu bukan dalam bentuk rumus kompleks, tetapi melalui <strong>kegiatan bermain logika yang sederhana</strong>, misalnya menyusun balok, mengelompokkan benda, membandingkan ukuran, atau mengurutkan objek.</p>
<h3>4.3 Matematika sebagai Keterampilan Hidup</h3>
<p>Tujuan akhir dari strategi ini bukan sekadar menaikkan skor TKA atau PISA, melainkan:</p>
<ul>
<li>Membentuk generasi yang <strong>kritis</strong>, mampu menganalisis informasi.</li>
<li>Membentuk cara berpikir <strong>logis</strong> dalam mengambil keputusan.</li>
<li>Membentuk individu yang <strong>adaptif</strong>, siap menghadapi dunia kerja dan teknologi yang terus berubah.</li>
</ul>
<p>Matematika diposisikan kembali sebagai bahasa universal untuk membaca dunia, bukan sekadar kumpulan soal ujian.</p>
<h2>5. Implikasi bagi Sekolah, Guru, dan Orangtua</h2>
<h3>5.1 Peran Sekolah: Menghadirkan Matematika yang Relevan</h3>
<p>Sekolah perlu menafsirkan hasil TKA 2025 sebagai dasar untuk berbenah, bukan sekadar data kegagalan. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:</p>
<ul>
<li>Mengintegrasikan Matematika dengan konteks nyata: ekonomi, teknologi, lingkungan, dan kehidupan sosial.</li>
<li>Mendorong proyek berbasis masalah (problem-based learning) yang mengharuskan siswa menggunakan data dan perhitungan.</li>
<li>Membuka ruang kolaborasi antara guru Matematika, sains, dan teknologi untuk menyusun pembelajaran STEM yang terintegrasi.</li>
</ul>
<h3>5.2 Peran Guru: Fasilitator Berpikir, Bukan Hanya Pemberi Rumus</h3>
<p>Guru perlu memposisikan diri sebagai fasilitator berpikir kritis. Ini berarti:</p>
<ul>
<li>Mengajukan pertanyaan pemantik, bukan hanya memberi contoh dan jawaban.</li>
<li>Menghargai proses, termasuk kesalahan, sebagai bagian dari pembelajaran.</li>
<li>Menggunakan variasi metode: diskusi, permainan, simulasi, eksperimen sederhana, dan pemanfaatan teknologi.</li>
</ul>
<p>Dengan demikian, Matematika tidak lagi tampak sebagai tembok tinggi yang menghalangi siswa, tetapi sebagai tangga bertahap yang bisa dinaiki satu per satu.</p>
<h3>5.3 Peran Orangtua: Menumbuhkan Numerasi di Rumah</h3>
<p>Orangtua juga memegang peran penting dalam Gerakan Numerasi Nasional. Hal-hal sederhana yang bisa dilakukan antara lain:</p>
<ul>
<li>Mengajak anak ikut menghitung, menaksir, dan membandingkan saat berbelanja atau memasak.</li>
<li>Menggunakan permainan papan, puzzle, atau aplikasi edukasi yang mengasah logika.</li>
<li>Menghindari ucapan negatif seperti “Matematika itu susah” di depan anak, karena akan membentuk keyakinan diri yang keliru.</li>
</ul>
<p>Jika rumah dan sekolah sejalan, budaya numerasi akan tumbuh lebih kuat dan alami.</p>
<h2>6. Skor Jeblok sebagai Peringatan, Bukan Vonis</h2>
<p>Skor Matematika TKA SMA 2025 yang sangat rendah adalah <strong>alarm keras</strong> bagi sistem pendidikan, bukan vonis bahwa siswa Indonesia tidak mampu. Pernyataan Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa masalahnya bukan pada kecerdasan siswa, tetapi pada <strong>budaya numerasi yang lemah, persepsi negatif terhadap Matematika, serta pendekatan pembelajaran dan buku pelajaran yang kurang menarik dan kontekstual</strong>.</p>
<p>Melalui pengembangan buku sains 3M, peluncuran Gerakan Numerasi Nasional sejak TK, dan penguatan ekosistem STEM, pemerintah berupaya menjadikan Matematika sebagai keterampilan hidup yang kritis, logis, dan adaptif.</p>
<p>Jika sekolah, guru, orangtua, dan pemerintah bergerak bersama, skor TKA yang jeblok dapat menjadi titik balik penting: dari sekadar mengejar nilai, menuju pembangunan generasi yang melek numerasi dan siap menghadapi tantangan masa depan.</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/11/skor-matematika-tka-sma-2025-jeblok-mendikdasmen-beberkan-akar-masalah-numerasi.html">Skor Matematika TKA SMA 2025 Jeblok, Mendikdasmen Beberkan Akar Masalah Numerasi</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.pelajarnews.com/2025/11/skor-matematika-tka-sma-2025-jeblok-mendikdasmen-beberkan-akar-masalah-numerasi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BRI Region 3 Padang Salurkan Beasiswa Rp 2,5 Juta untuk Siswa Berprestasi</title>
		<link>https://www.pelajarnews.com/2025/11/bri-region-3-padang-salurkan-beasiswa-rp-25-juta-untuk-siswa-berprestasi.html</link>
					<comments>https://www.pelajarnews.com/2025/11/bri-region-3-padang-salurkan-beasiswa-rp-25-juta-untuk-siswa-berprestasi.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[pelajarnewscom]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 23:43:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa Dalam Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BRI Region]]></category>
		<category><![CDATA[kota padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[program beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[siswa berprestasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pelajarnews.com/?p=2737</guid>

					<description><![CDATA[<p>PelajarNews.com &#8211; BRI Region 3 Padang, yang berbasis...</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/11/bri-region-3-padang-salurkan-beasiswa-rp-25-juta-untuk-siswa-berprestasi.html">BRI Region 3 Padang Salurkan Beasiswa Rp 2,5 Juta untuk Siswa Berprestasi</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PelajarNews.com</strong> &#8211; BRI Region 3 Padang, yang berbasis di Sumatera Barat, telah menyalurkan bantuan beasiswa kepada 20 siswa berprestasi di SDN 14 Kampung Jambak, Padang, melalui program unggulannya, BRI Peduli Beasiswa Pelajar Tahun 2025. Setiap penerima beasiswa menerima bantuan senilai Rp 2,5 juta yang diserahkan dalam bentuk rekening tabungan. Program ini menunjukkan komitmen nyata BRI dalam mendukung pendidikan berkualitas di daerah kurang mampu, sekaligus memberikan motivasi untuk para siswa agar terus berprestasi.</p>
<h3>Proses Penyerahan Beasiswa dan Kehadiran Pihak Terkait</h3>
<p>Penyerahan beasiswa dilakukan pada Senin, 20 Oktober 2025, dengan kehadiran sejumlah pejabat penting dari BRI Region 3 Padang. Aditya Martha Pratama, sebagai Departemen Head Logistik BRI Region 3 Padang, hadir bersama tim, serta diikuti oleh Gusni Warti, Kepala SDN 14 Kampung Jambak, Heru Antoni M.Pd, Pengawas Dinas Pendidikan Kota Padang, dan perwakilan lainnya. Keberadaan para siswa penerima beasiswa juga menambah makna acara tersebut, memperlihatkan keterlibatan semua pihak dalam memajukan pendidikan di daerah tersebut.</p>
<h3>BRI Peduli: Melanjutkan Komitmen terhadap Pendidikan</h3>
<p>Program beasiswa ini bukanlah kali pertama BRI Peduli hadir di SDN 14 Kampung Jambak. Pada tahun 2024, BRI Region 3 Padang juga memberikan bantuan berupa pembangunan dan renovasi fasilitas sekolah, yang menunjukkan kepedulian berkelanjutan perusahaan terhadap kualitas pendidikan di wilayah ini. Menurut Aditya Martha Pratama, beasiswa ini merupakan bagian dari kontribusi BRI terhadap Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 4, yang bertujuan untuk menyediakan pendidikan berkualitas bagi semua.</p>
<h3>Manfaat Beasiswa dan Harapan untuk Masa Depan</h3>
<p>Harapan dari program ini bukan hanya sekadar memberikan bantuan finansial, tetapi juga menjadi sumber motivasi bagi para siswa untuk mencapai cita-cita mereka. Bantuan beasiswa ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan mendorong para siswa untuk terus berprestasi dalam dunia pendidikan. Gusni Warti, Kepala Sekolah SDN 14 Kampung Jambak, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan ini. Ia menegaskan, &#8220;Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi anak-anak kami, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.&#8221;</p>
<h3>Inisiatif BRI Peduli di Skala Nasional</h3>
<p>Program beasiswa ini merupakan bagian dari inisiatif BRI Peduli yang dijalankan secara serentak di tujuh region BRI di seluruh Indonesia. Ini menunjukkan skala dan komitmen perusahaan untuk berkontribusi pada penciptaan generasi penerus bangsa yang unggul melalui pendidikan. Melalui program ini, BRI berharap dapat mempercepat pemerataan pendidikan dan memastikan setiap siswa memiliki kesempatan untuk meraih kesuksesan.</p>
<h3>Dampak Jangka Panjang bagi Penerima Beasiswa</h3>
<p>Beasiswa yang diberikan oleh BRI ini bukan hanya sekadar dana bantuan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak pemimpin masa depan. Dengan dukungan yang lebih kuat, para siswa ini diharapkan dapat melanjutkan pendidikan mereka dengan lebih fokus dan berprestasi, serta memberi dampak positif bagi komunitas mereka. BRI Peduli Beasiswa Pelajar merupakan bukti nyata bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sosial dan pendidikan di Indonesia.</p>
<h3>Akhir Kata</h3>
<p>Melalui penyaluran beasiswa ini, BRI Region 3 Padang telah memberikan lebih dari sekadar dana pendidikan. BRI Peduli telah menjadi katalisator bagi perubahan yang lebih besar dalam pendidikan di wilayah ini. Dengan melanjutkan program-program bantuan yang mendalam dan berkelanjutan, BRI memberikan kontribusi signifikan terhadap tercapainya pendidikan yang lebih merata dan berkualitas di seluruh Indonesia.</p>
<p>sumber: detik.com</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/11/bri-region-3-padang-salurkan-beasiswa-rp-25-juta-untuk-siswa-berprestasi.html">BRI Region 3 Padang Salurkan Beasiswa Rp 2,5 Juta untuk Siswa Berprestasi</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.pelajarnews.com/2025/11/bri-region-3-padang-salurkan-beasiswa-rp-25-juta-untuk-siswa-berprestasi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Minat Tinggi Siswa Mataram, Tapi Lahan Tak Cukup untuk Sekolah Rakyat</title>
		<link>https://www.pelajarnews.com/2025/11/minat-tinggi-siswa-mataram-tapi-lahan-tak-cukup-untuk-sekolah-rakyat.html</link>
					<comments>https://www.pelajarnews.com/2025/11/minat-tinggi-siswa-mataram-tapi-lahan-tak-cukup-untuk-sekolah-rakyat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[pelajarnewscom]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 22:54:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot mataram]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[siswa mataram]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pelajarnews.com/?p=2734</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelajarnews.com &#8211; Pemerintah Kota Mataram menghadapi hambatan signifikan...</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/11/minat-tinggi-siswa-mataram-tapi-lahan-tak-cukup-untuk-sekolah-rakyat.html">Minat Tinggi Siswa Mataram, Tapi Lahan Tak Cukup untuk Sekolah Rakyat</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<div class="Markdown markdown-body">
<p><strong>Pelajarnews.com</strong> &#8211; Pemerintah Kota Mataram menghadapi hambatan signifikan dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pemerintah pusat yang bertujuan untuk menyediakan pendidikan gratis bagi warga kurang mampu. Salah satu faktor utama yang menghalangi realisasi program ini adalah terbatasnya ketersediaan lahan yang memenuhi persyaratan untuk pembangunan sekolah.</p>
<h3>Kendala Ketersediaan Lahan</h3>
<p>Menurut Lalu Samsul Adnan, Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, lahan yang diperlukan untuk membangun Sekolah Rakyat harus memiliki luas antara 6 hingga 10 hektare dalam satu kawasan. Namun, Kota Mataram tidak memiliki lahan dengan ukuran tersebut, yang merupakan syarat utama dalam pembangunan Sekolah Rakyat.</p>
<p>&#8220;Lahan yang ada di Mataram tidak mencapai ukuran yang dibutuhkan, yaitu 6-10 hektare,&#8221; ungkap Samsul. Hal ini mempersulit rencana pembangunan sekolah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.</p>
<h3>Program Sekolah Rakyat: Bukan Program Wajib, Namun Kewajiban Bagi Daerah yang Memenuhi Syarat</h3>
<p>Pembangunan Sekolah Rakyat bukanlah kewajiban bagi pemerintah daerah, namun jika sebuah daerah memenuhi syarat yang telah ditetapkan, maka daerah tersebut diharuskan untuk melaksanakan program ini. Untuk Kota Mataram, meskipun minat masyarakat untuk mengikuti program ini cukup besar, masalah lahan menyebabkan uji kelayakan untuk program Sekolah Rakyat belum dapat dilaksanakan.</p>
<h3>Usulan Solusi Pemkot Mataram</h3>
<p>Menghadapi keterbatasan lahan, Pemerintah Kota Mataram berupaya mencari alternatif solusi. Salah satu usulan yang disampaikan adalah menggabungkan Sekolah Rakyat dengan sekolah-sekolah yang sudah ada. Namun, usulan ini ditolak karena Sekolah Rakyat harus dibangun di lahan yang baru dan memenuhi sejumlah fasilitas pendidikan seperti ruang kelas, asrama, ruang olahraga, dan ruang praktik dalam satu kawasan.</p>
<p>Alternatif lainnya adalah memisahkan lokasi sekolah dan asrama, namun hal ini juga tidak sesuai dengan ketentuan program Sekolah Rakyat yang mengharuskan kedua fasilitas tersebut berada dalam satu area. Oleh karena itu, meskipun telah ada berbagai usulan, permasalahan lahan tetap menjadi kendala utama.</p>
<h3>Potensi Kerja Sama dengan Sekolah Rakyat di Lombok Barat</h3>
<p>Sebagai solusi lain, Pemerintah Kota Mataram mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan Sekolah Rakyat yang dikelola oleh Kementerian Sosial di Paramita, Lombok Barat. Saat ini, bangunan milik Kementerian Sosial tersebut hanya mampu menampung sekitar 50 siswa, sementara Lombok Barat sendiri sudah memiliki Sekolah Rakyat di Kecamatan Gunung Sari.</p>
<h3>Minat yang Besar dari Masyarakat</h3>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun, minat masyarakat Kota Mataram untuk mendaftar di Sekolah Rakyat sangat besar. Terutama bagi anak-anak dari keluarga dengan status ekonomi rendah, yang mana seluruh fasilitas pendidikan yang disediakan oleh program ini ditanggung oleh pemerintah secara gratis.</p>
<p>Data calon siswa sudah terkumpul berdasarkan kategori Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan jumlah calon siswa yang mencapai ratusan orang. &#8220;Jika kita melihat data anak-anak dari desil 1 hingga desil 4, jumlahnya pasti sangat besar,&#8221; ujar Samsul.</p>
<h3>Akhir Kata</h3>
<p>Meskipun program Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan oleh masyarakat Mataram, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan lahan yang sesuai dengan persyaratan program. Meskipun berbagai solusi telah diusulkan, seperti memanfaatkan lahan yang ada dan bekerja sama dengan daerah lain, hingga saat ini belum ada jalan keluar yang konkret. Oleh karena itu, diperlukan langkah lebih lanjut untuk menyelesaikan masalah ini agar program Sekolah Rakyat bisa terlaksana dengan maksimal di Mataram.</p>
</div>
</div>
<div class="Icon__hitbox Icon__hitbox_size_normal"></div>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/11/minat-tinggi-siswa-mataram-tapi-lahan-tak-cukup-untuk-sekolah-rakyat.html">Minat Tinggi Siswa Mataram, Tapi Lahan Tak Cukup untuk Sekolah Rakyat</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.pelajarnews.com/2025/11/minat-tinggi-siswa-mataram-tapi-lahan-tak-cukup-untuk-sekolah-rakyat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekolah Jepang Jadikan Game Kurikulum Resmi, Kontras dengan Rencana Pembatasan RI</title>
		<link>https://www.pelajarnews.com/2025/11/sekolah-jepang-jadikan-game-kurikulum-resmi-kontras-dengan-rencana-pembatasan-ri.html</link>
					<comments>https://www.pelajarnews.com/2025/11/sekolah-jepang-jadikan-game-kurikulum-resmi-kontras-dengan-rencana-pembatasan-ri.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[pelajarnewscom]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 05:05:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum inovatif]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah jepang]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah menengah esports]]></category>
		<category><![CDATA[strategi pembelajaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pelajarnews.com/?p=2721</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelajarnews.com &#8211; Keputusan Sekolah Menengah eSports Koutou Gakuin...</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/11/sekolah-jepang-jadikan-game-kurikulum-resmi-kontras-dengan-rencana-pembatasan-ri.html">Sekolah Jepang Jadikan Game Kurikulum Resmi, Kontras dengan Rencana Pembatasan RI</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pelajarnews.com</strong> &#8211; Keputusan Sekolah Menengah eSports Koutou Gakuin di Tokyo untuk mengintegrasikan <em>game</em> sebagai kurikulum utama secara radikal berlawanan dengan kecenderungan regulasi di Indonesia. Sementara Pemerintah Indonesia mempertimbangkan pembatasan ketat terhadap jenis <em>game</em> tertentu, khususnya yang bernuansa kekerasan seperti <em>First Person Shooter (FPS)</em> dan <em>Battle Royale</em> (seperti PUBG) pasca-insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta, institusi swasta Jepang ini memilih jalur inovatif.</p>
<p>Alih-alih melarang, Esports Koutou Gakuin memanfaatkan daya tarik <em>game</em> sebagai alat strategis pendidikan untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21. Pendekatan ini menandai pergeseran paradigma, menggeser fokus dari stigmatisasi menjadi pemanfaatan potensi positif <em>gaming</em> dalam mengatasi tantangan motivasi dan keterasingan siswa dari sistem sekolah yang kaku.</p>
<h2>1. Misi Inklusif: Menjadikan <em>Gaming</em> sebagai Jembatan Kembali ke Sekolah</h2>
<p>Kepala Sekolah Esports Koutou Gakuin, Yoji Tsurunaga, menjelaskan bahwa sekolah ini didirikan dengan tujuan sosial yang mendalam: menyediakan &#8220;tempat berlindung&#8221; yang suportif bagi siswa yang merasa tidak mampu bertahan atau teralienasi dari sekolah konvensional Jepang. Menyadari bahwa pendidikan setingkat SMA sangat krusial, Tsurunaga berupaya keras untuk mempertahankan siswa ini di jalur pendidikan formal.</p>
<blockquote><p>&#8220;Jika seorang murid tidak menyukai sekolah karena belajar, kita dapat mendorong mereka untuk memulai dengan kelas <em>game</em>,&#8221; ujar Tsurunaga.</p></blockquote>
<p>Langkah ini menunjukkan bahwa <em>game</em> dijadikan titik kontak pertama yang menarik dan nyaman, berfungsi sebagai katalisator untuk membangun kembali motivasi belajar dan mendorong siswa yang menolak bersekolah (<em>school refusers</em>) untuk keluar dari isolasi dan kembali berinteraksi dalam lingkungan akademis.</p>
<h3>1.2. Kurikulum Inovatif: Mengembangkan Berpikir Kritis melalui <em>eSports</em></h3>
<p>Kurikulum di Esports Koutou Gakuin adalah perpaduan unik antara akademis tradisional dan pelatihan <em>eSports</em>. Selain tetap mengajarkan mata pelajaran wajib seperti Sejarah, Matematika, dan Bahasa Jepang, inti pembelajarannya terletak pada penggunaan <em>game</em> berbasis komputer sebagai medium untuk pengembangan <em>soft skills</em> yang penting. Sekolah ini bahkan memungkinkan siswa untuk menghadiri kelas secara jarak jauh, menunjukkan fleksibilitas yang sangat kontras dengan rigiditas sistem pendidikan Jepang pada umumnya.</p>
<h3>1.3. Pelatihan Komunikasi dan Kolaborasi Tim</h3>
<p>Tsurunaga menekankan bahwa <em>gaming</em> di sekolahnya bukan sekadar waktu luang, melainkan sarana yang kuat untuk mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal. Melalui sesi <em>game</em> yang kompetitif dan kolaboratif, siswa dipaksa untuk berinteraksi, berkoordinasi, dan memecahkan masalah dalam tim, mengasah kemampuan yang sangat dicari di dunia kerja.</p>
<h3>1.4. Analisis Strategi <em>Game</em> (Studi Kasus: <em>Rocket League</em>)</h3>
<p>Salah satu contoh <em>game</em> yang digunakan adalah <em>Rocket League</em>. Di dalam kelas, fokus pembelajaran diarahkan pada analisis mendalam mengenai:</p>
<ul>
<li>Strategi Kemenangan: Siswa diajak mengidentifikasi dan merancang taktik yang paling efektif.</li>
<li>Penguasaan Keterampilan: Mengasah kemampuan teknis spesifik dalam <em>game</em>.</li>
<li>Pola Pikir Juara: Menginternalisasi pola pikir yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan, yang secara langsung dihubungkan dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah ( <em>problem-solving</em> ) dalam konteks yang mendalam dan <em>engaging</em>.</li>
</ul>
<h2>2. Manajemen Risiko: Mengatasi Kekhawatiran Kecanduan <em>Gaming</em></h2>
<p>Meskipun merangkul <em>gaming</em>, sekolah ini sangat menyadari isu mendasar: kecanduan <em>game</em>. Kecanduan <em>gaming</em> merupakan masalah yang signifikan di Jepang, dengan 8% siswa di Esports Koutou Gakuin menunjukkan tanda-tanda yang memerlukan perhatian khusus. Oleh karena itu, pihak sekolah menerapkan langkah-langkah proaktif yang berfokus pada kebiasaan bermain <em>game</em> yang bertanggung jawab.</p>
<h3>2.1. Struktur Waktu untuk Keseimbangan Akademis-Nonakademis</h3>
<p>Untuk memastikan tidak terjadi eskalasi kecanduan dan tetap menjaga fokus akademis, pihak sekolah menerapkan jadwal terstruktur yang ketat. Jadwal ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan yang jelas antara sesi bermain <em>game</em> dan pembelajaran mata pelajaran akademis. Bagi siswa yang mengalami kesulitan untuk datang ke sekolah, <em>game</em> favorit mereka digunakan sebagai &#8220;strategi <em>on-boarding</em>&#8221; untuk secara perlahan menarik mereka kembali ke rutinitas sekolah tanpa tekanan.</p>
<h3>2.2. Prospek Karir dan Akademik yang Unggul</h3>
<p>Salah satu bukti keberhasilan terkuat dari model pendidikan inovatif ini adalah tingkat kelulusan dan penyerapan ke universitas yang sangat tinggi. Berdasarkan data tahun lalu, 70% lulusan Esports Koutou Gakuin melanjutkan studi ke perguruan tinggi, jauh melampaui rata-rata nasional Jepang sebesar 52,6%. Angka ini dengan jelas menunjukkan bahwa integrasi <em>gaming</em> sebagai kurikulum tidak mengorbankan prospek akademis siswa, melainkan justru memperkuat aspirasi pendidikan mereka. Salah satu siswa bahkan menyatakan mempertimbangkan universitas seni dan berencana memulai perusahaan sendiri setelah lulus, menandakan adanya pandangan karir yang terencana dan ambisius.</p>
<h2>3. Konteks Sosial: Merebaknya Krisis Absensi Kronis Pendidikan Jepang</h2>
<p>Keputusan radikal Esports Koutou Gakuin tidak dapat dipisahkan dari situasi pendidikan Jepang yang tengah mengalami peningkatan krisis motivasi dan kehadiran siswa. Data dari Kementerian Pendidikan Jepang (periode April 2024-Maret 2025) mencatat bahwa jumlah siswa SD dan SMP yang absen secara kronis (tidak masuk setidaknya 30 hari setahun di luar alasan sakit) mencapai angka mengejutkan 353.970 siswa.</p>
<h3>3.1. Faktor Pendorong Fenomena Absensi Kronis (<em>Futoko</em>)</h3>
<p>Survei menunjukkan bahwa alasan utama di balik absensi kronis ini adalah:</p>
<ul>
<li>Kekurangan Motivasi Belajar: 30% siswa merasa tidak memiliki motivasi untuk bersekolah.</li>
<li>Ketidakmampuan Adaptasi Ritmik: 25% merasa ritme tubuh mereka tidak sesuai dengan jadwal sekolah yang kaku.</li>
<li>Masalah Kesehatan Mental: 24,3% mengalami kecemasan dan depresi yang menghambat kehadiran.</li>
</ul>
<h3>3.2. Tantangan Budaya Sekolah Kaku dan Solusi Adaptif</h3>
<p>Mika Ikemoto, seorang ilmuwan di Institut Penelitian Jepang, mengkritik bahwa sekolah-sekolah di Jepang sering kali kekurangan perangkat atau sarana untuk memenuhi kebutuhan individual siswa. Standar yang ditetapkan di banyak sekolah dianggap terlalu tinggi bagi sebagian anak. &#8220;Saya yakin menjadikan sekolah sebagai tempat yang nyaman bagi semua anak, belum menjadi bagian dari budaya sekolah Jepang,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dalam lanskap yang menantang ini, institusi seperti Esports Koutou Gakuin menawarkan solusi adaptif yang berorientasi pada siswa dengan memanfaatkan minat mereka, sehingga terbukti menjadi model efektif untuk mengatasi krisis keterasingan dan motivasi dalam sistem pendidikan modern.</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/11/sekolah-jepang-jadikan-game-kurikulum-resmi-kontras-dengan-rencana-pembatasan-ri.html">Sekolah Jepang Jadikan Game Kurikulum Resmi, Kontras dengan Rencana Pembatasan RI</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.pelajarnews.com/2025/11/sekolah-jepang-jadikan-game-kurikulum-resmi-kontras-dengan-rencana-pembatasan-ri.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kondisi Memprihatinkan Siswa MTs Guppi Lisu yang Belajar di Kolong Asrama</title>
		<link>https://www.pelajarnews.com/2025/10/kondisi-memprihatinkan-siswa-mts-guppi-lisu-yang-belajar-di-kolong-asrama.html</link>
					<comments>https://www.pelajarnews.com/2025/10/kondisi-memprihatinkan-siswa-mts-guppi-lisu-yang-belajar-di-kolong-asrama.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[pelajarnewscom]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 21:49:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Soppeng]]></category>
		<category><![CDATA[Kolong Asrama]]></category>
		<category><![CDATA[MTS]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pelajarnews.com/?p=2704</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelajarnews.com &#8211; Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Guppi Lisu...</p>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/10/kondisi-memprihatinkan-siswa-mts-guppi-lisu-yang-belajar-di-kolong-asrama.html">Kondisi Memprihatinkan Siswa MTs Guppi Lisu yang Belajar di Kolong Asrama</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<div class="Markdown markdown-body">
<p><strong>Pelajarnews.com</strong> &#8211; Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Guppi Lisu di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, menghadapi kenyataan pahit dalam menjalani proses belajar mengajar. Karena terbatasnya ruang kelas, mereka terpaksa mengikuti pelajaran di bawah kolong asrama.</p>
<p>Hal ini menggambarkan betapa memprihatinkannya kondisi pendidikan di daerah tersebut, di mana fasilitas yang seharusnya mendukung proses belajar justru menjadi kendala utama.</p>
<h2>Keterbatasan Fasilitas di MTs Guppi Lisu</h2>
<p>Menurut Kepala Sekolah MTs Guppi Lisu, Sudirman, ruang kelas yang ada di sekolah tersebut hanya berjumlah dua, yang terpaksa disekat menjadi empat ruang. Dari empat ruang yang ada, tiga digunakan untuk kelas, sementara satu lagi dimanfaatkan sebagai kantor guru.</p>
<p>Dengan jumlah siswa yang mencapai 84 orang, kekurangan ruang kelas menjadi masalah yang cukup serius. Akibatnya, siswa-siswa yang tidak kebagian tempat di ruang kelas harus belajar di kolong asrama yang berdindingkan tanah.</p>
<p>“Kami tidak punya pilihan lain. Ruang kelas yang ada tidak mencukupi, sehingga kami terpaksa memanfaatkan kolong asrama sebagai ruang belajar,” ujar Sudirman. Ini adalah gambaran nyata bagaimana keterbatasan fasilitas menjadi hambatan besar dalam pendidikan di daerah tersebut.</p>
<h2>Keadaan Asrama yang Tidak Memadai</h2>
<p>Asrama tempat siswa tinggal pun tidak lebih baik. Terletak di atas kolong, asrama tersebut didirikan di atas rumah panggung, sehingga ruang yang ada di bawahnya menjadi tempat belajar yang tidak ideal.</p>
<p>Hal ini menciptakan suasana yang jauh dari kondusif untuk belajar, dengan lantai tanah yang rentan terkena kelembapan dan kotoran. Bagi sebagian besar siswa yang berasal dari daerah pegunungan, ini tentu bukanlah tempat yang ideal untuk menuntut ilmu.</p>
<p>Meskipun demikian, sekolah ini masih memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk tinggal di asrama tanpa dipungut biaya sepeser pun. “Sekolah dan asrama semuanya gratis. Kami tidak membebankan biaya apa pun pada orang tua siswa,” tambah Sudirman. Ini menjadi satu-satunya pilihan bagi banyak orang tua yang tidak mampu membiayai pendidikan anak mereka.</p>
<h2>Pengaruh Jarak dan Keterbatasan Sumber Daya</h2>
<p>Sebagian besar siswa MTs Guppi Lisu berasal dari daerah pegunungan yang jauh dari sekolah, sehingga asrama menjadi pilihan utama untuk tinggal dekat dengan tempat belajar. Jarak yang jauh ini mengharuskan siswa untuk menginap di asrama demi menghindari perjalanan jauh setiap harinya. Namun, keterbatasan fasilitas menjadi penghalang utama untuk memberikan pendidikan yang layak bagi mereka.</p>
<p>Selain itu, meskipun sekolah ini berusaha menyediakan fasilitas pendidikan dengan prinsip inklusivitas dan toleransi antarumat beragama, di mana mereka menerima siswa non-muslim, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa fasilitas fisik yang tersedia masih sangat jauh dari memadai.</p>
<h2>Harapan untuk Bantuan Pembangunan Fasilitas yang Lebih Layak</h2>
<p>Untuk mengatasi masalah kekurangan ruang kelas dan asrama, pihak sekolah sangat bergantung pada bantuan dari dermawan dan relawan yang peduli dengan pendidikan. Sudirman berharap agar pemerintah atau lembaga terkait dapat memberikan bantuan dalam bentuk pembangunan gedung permanen untuk ruang kelas, kantor, dan asrama yang layak bagi siswa.</p>
<p>“Selama ini kami mengandalkan sumbangan dari masyarakat, relawan, dan donatur. Namun, kami sangat berharap ada perhatian lebih dari pemerintah untuk pembangunan fasilitas pendidikan yang lebih layak,” kata Sudirman.</p>
<h2>Tanggapan dari Pihak Berwenang</h2>
<p>Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Soppeng, Afdal, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal bantuan pembangunan gedung permanen kepada Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan. Afdal menambahkan bahwa sekolah ini telah masuk dalam daftar prioritas bantuan untuk anggaran tahun 2026, yang memberi harapan akan adanya perbaikan fasilitas yang sangat dibutuhkan.</p>
<p>“Mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini, kondisi pendidikan di MTs Guppi Lisu bisa lebih baik dan para siswa dapat belajar dalam fasilitas yang lebih layak,” ujar Afdal.</p>
<h2>Penutupan</h2>
<p>Pendidikan adalah hak setiap anak, dan seharusnya fasilitas yang memadai menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung proses belajar mereka. Kasus MTs Guppi Lisu di Soppeng merupakan potret dari kurangnya perhatian terhadap pendidikan di daerah-daerah terpencil. Dengan adanya bantuan dari pemerintah dan pihak terkait, diharapkan kondisi ini dapat segera diperbaiki, sehingga anak-anak di Soppeng bisa menikmati pendidikan yang lebih layak dan mendorong masa depan yang lebih cerah.</p>
</div>
</div>
</div>
<p>The post <a href="https://www.pelajarnews.com/2025/10/kondisi-memprihatinkan-siswa-mts-guppi-lisu-yang-belajar-di-kolong-asrama.html">Kondisi Memprihatinkan Siswa MTs Guppi Lisu yang Belajar di Kolong Asrama</a> appeared first on <a href="https://www.pelajarnews.com">Pelajar News</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.pelajarnews.com/2025/10/kondisi-memprihatinkan-siswa-mts-guppi-lisu-yang-belajar-di-kolong-asrama.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
